JP Radar Kediri – Anggaran Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan Asian Games 2026 resmi naik menjadi Rp222 miliar, setelah pemerintah mengucurkan tambahan dana sebesar Rp95 miliar. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut tambahan anggaran ini sebagai bukti nyata dukungan pemerintah terhadap persiapan para atlet Indonesia menjelang pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Sebelumnya, anggaran Pelatnas hanya dipatok sebesar Rp81 miliar. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kemudian menyisir ulang alokasi anggaran hingga naik menjadi Rp127 miliar, sebelum akhirnya kembali mendapat tambahan Rp95 miliar sehingga totalnya kini mencapai Rp222 miliar.
Baca Juga: PBVSI Panggil 18 Pemain Putra untuk Asian Games 2026, Indonesia Huni Pul B Bersama Thailand
Tambahan anggaran ini diberikan di tengah waktu persiapan yang semakin mepet, mengingat Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, tinggal berjarak sekitar satu bulan lagi. Erick menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, karena persiapan untuk ajang internasional semestinya dirancang dan dibiayai sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
Erick menjelaskan, gagasan penganggaran Pelatnas secara berkelanjutan (multiyears) sebelumnya sempat dibahas langsung bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. "Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears Pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan," ujar Erick.
Ia menyebut komitmen Presiden Prabowo terhadap program Pelatnas jangka panjang mulai terlihat nyata lewat dukungan anggaran yang berkelanjutan ini. Menurutnya, pola pembinaan semacam ini penting agar persiapan atlet tidak baru digenjot ketika waktu kompetisi sudah semakin mepet.
Fokus terdekat Kemenpora saat ini tertuju pada persiapan Asian Games 2026. Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, Erick memastikan persiapan cabang olahraga yang sebelumnya sempat berjalan dengan ragu-ragu akibat keterbatasan dana kini dapat kembali dimaksimalkan.
"Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu. Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kami. Nanti kami lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama," tegas Erick.
Dengan dukungan anggaran tambahan ini, pemerintah menargetkan Indonesia mampu meraih empat medali emas di ajang Asian Games 2026. Erick meminta seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga untuk bekerja secara maksimal demi mengejar target tersebut.
"Kami minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas," pungkasnya.
Editor : Mahfud