JP Radar Kediri – Juara kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC), Islam Makhachev, menyebut Ian Machado Garry bukan lawan terberat yang pernah ia hadapi, jelang duel keduanya di ajang UFC 330 yang akan berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (15/8/2026).
"(Pertarungan melawan Ian Machado Garry) ini bukan tantangan terbesar saya," kata Islam Makhachev saat sesi media day UFC 330 yang dipantau dari laman resmi UFC di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Tom Aspinall, Bintang Baru UFC Kelas Berat yang Siap Rebut Tahta
Petarung asal Dagestan, Rusia, itu mengaku telah mendengar berbagai pernyataan Garry soal rencananya meraih kemenangan mengejutkan sekaligus merebut gelar juara kelas welter. Meski laga mendatang baru menjadi pertarungan kedua Garry di kelas 170 pon, Makhachev tetap menghormati kemampuan lawannya tersebut. Namun, ia tidak percaya bahwa duel kali ini akan menjadi pertarungan tersulit sepanjang kariernya.
Menurutnya Makhachev, Garry memang memiliki keterampilan bertarung yang bagus, tetapi ia meyakini dirinya memiliki gaya bertarung yang sulit diatasi lawan manapun. "Kita lihat saja bagaimana dia (Ian Machado Garry) mempersiapkan diri untuk (menghadapi gaya bertarung saya) itu," katanya.
Analisis Laga Terakhir Garry: Skill Bagus, Tapi Ada Titik Lemah
Berdasarkan penilainnya terhadap pertarungan terakhir Garry melawan Jack Della Maddalena di kelas welter, Makhachev menilai Garry memiliki banyak keterampilan, kemampuan striking yang baik, serta pertahanan gulat yang solid. Meski begitu, ia menyebut Garry tetap memiliki sejumlah titik lemah yang menurutnya bisa dimanfaatkan untuk meraih kemenangan dengan relatif mudah.
Dari segi gaya beratrung, mantan penguasa kelas ringan UFC itu mengkritik Garry karena dinilai lebih banyak menghindari lawan ketimbang terlibat aktif dalam pertarungan untuk menghabisi lawannya. Meski Garry selalu menemukan cara untuk memenangkan setiap pertarungannya, Makhachev mengaku tidak terlalu terkesan karena kemenangan tersebut kerap diraih lewat keputusan poin, bukan lewat KO/TKO.
"Dia memiliki gaya bertarung yang sama di setiap pertarungan. Dia hanya berlari mundur dan berusaha meraih poin. Saya tidak ingat kapan terakhir kali dia mengalahkan lawan dengan KO," katanya.
Baca Juga: Khamzat Chimaev Resmi Jadi Raja Dunia UFC Kelas Menengah
Di atas kertas, Makhachev mengakui bahwa duelnya melawan Garry digadang-gadang sebagai pertarungan klasik antara "petarung melawan pegulat". Meski begitu, ia menegaskan memiliki banyak opsi cara untuk menang, sekaligus optimistis mampu mempertahankan sabuk juaranya saat keduanya berhadapan langsung di dalam octagon.
Editor : MahfudSumber : Antara News