JP Radar Kediri - Cabang olahraga (cabor) barongsai Kota Kediri masih punya pekerjaan rumah (PR) besar dalam regenerasi atletnya.
Karenanya, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Kediri berencana untuk menggelar kejuaraan. Yang mana, kejuaraan itu memang dikhususkan untuk atlet-atlet muda.
“Kami bikin kejuaraan under 19 tahun,” kata Ketua FOBI Kota Kediri Halim Prayogo.
Dia mengklaim, kejuaraan tersebut akan menjadi kejuaraan pertama di Indonesia yang memberlakukan persyaratan usia di bawah 19 tahun.
Praktis, atlet barongsai yang akan tampil adalah mereka yang masih berstatus pelajar. Baik dari sekolah menengah pertama (SMP) atau sekolah menengah atas (SMA).
“Selama ini, kejuaraan barongsai itu campur atletnya, yang junior dan senior, nggak ada pemisah. Kalau under 19 tahun nanti yang ikut banyak dari pelajar, yang junior, jadi dari sini regenerasinya,” jelasnya.
Nantinya, kejuaraan tersebut akan bersifat open. Alias siapapun bisa ikut serta.
Halim menyebut, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh tim-tim barongsai dari Jawa Timur saja.
Melainkan ada peserta yang juga datang dari luar Jawa Timur. Ada dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.
“Dari Jawa Timur nanti ada Surabaya, Banyuwangi, Jember, Sidoarjo, Malang, Tuban, dan lainnya,” lanjut Halim.
Pada kejuaraan nanti, kejuaraan akan dibuka untuk tiga nomor pertandingan. Meliputi barongsai tradisional, taolu bebas, dan naga taolu bebas.
Rencananya, kejuaraan akan berlangsung pada Oktober mendatang di GOR Jayabaya, Kota Kediri. “Target kami nanti ada 20 peserta,” tekannya.
Dia mengatakan, kejuaraan ini memang diadakan untuk melihat potensi atlet-atlet muda.
Yang mana, dia mengaku bahwa proses regenerasi atelt di cabor barongsai bukanlah perkara yang mudah.
Pasalnya, dia tak hanya butuh anak yang menyukai kesenian barongsai saja. Melainkan juga mereka yang gemar dengan aktivitas olahraga.
“Barongsai itu sudah menjadi cabang olahraga. Otomatis mereka harus punya fisik yang bagus, punya kemauan, dan mau untuk berprestasi,” jelasnya terhadap kriteria atlet yang dibutuhkannya.
Terakhir, Halim menerangkan bahwa kejuaraan ini tidak hanya diperuntukkan untuk kepentingan regenarasi.
Tetapi juga salah satu bentuk persiapan tim barongsai Kota Kediri dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun depan.
Mengingat barongsai telah menjadi salah satu cabor unggulan di Kota Kediri dengan sumbangsih tiga medali emas dan satu medali perak pada Porprov IX 2025. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita