Atlet Angkat Berat Wajib Pra-Porprov, Kekuatan di Jatim Sudah Merata

Emilia Susanti • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Atlet angkat berat Kota Kediri.
Atlet angkat berat Kota Kediri.

JP Radar Kediri - Persaingan cabang olahraga (cabor) angkat berat di Jawa Timur semakin ketat. Saat ini, kualitas atlet yang dimiliki setiap daerah mulai merata. Situasi ini pun membuat atlet dari Kota Tahu harus bekerja lebih keras lagi bila masih ingin berprestasi.

Yusuf Tri Prasetyo, pelatih angkat berat Kota Kediri mengatakan bahwa persaingan ketat tersebut terlihat nyata dalam ajang Kejurprov Jatim minggu lalu. Selisih angkatan antaratlet satu dengan yang lain tergolong tipis. Hal ini pun membuat dirinya harus menggenjot latihan untuk para didiknya. “Setelah ini harus gas lagi,” kata pria yang akrab disapa Yusuf itu.

Dalam ajang tersebut, Kota Kediri sejatinya masih bisa meraih gelara juara umum kedua. Rincian medali yang diperoleh yaitu lima emas, sebelas perak, dan satu perunggu. Sementara, total atlet yang berangkat dalam kejurprov tersebut ada sebanyak sembilan.

Berkaca dari hasil tersebut, Yusuf tak mau para atlet berpuas diri. Pasalnya, total poin yang didapatkan anak didiknya hanya berjarak empat poin dengan juara umum pertama. Menandakan bahwa Kota Kediri seharusnya bisa menduduki posisi pertama bila atletnya bisa tampil lebih maksimal lagi.

“Sekarang untuk juara umum sudah nggak bisa ditebak, kekuatan di seluruh daerah sudah merata,” ungkapnya sembari menyebut peraih juara umum pertama di kejurprov tersebut berasal dari Kota Malang.

Di sisi lain, peminat untuk cabor angkat berat juga meningkat pesat untuk Porprov Jatim. Untuk setiap kelas yang dibuka, pendaftarnya mencapai 20 atlet lebih. Hal ini membuat Pengprov harus mengadakan pra-porprov terlebih dahulu. Yang mana, pra-porprov itu akan diagendakan pada Desember mendatang.

“Pesertanya terlalu banyak. Nanti dari pra-porprov itu rencananya akan diambil sepuluh atlet di setiap kelasnya, atlet di nomor urutan satu sampai sepuluh,” jelas Yusuf yang merupakan sekretaris di PABSI Jawa Timur.

Oleh karenanya, atlet Kota Tahu tak bisa bersantai begitu saja. Bila ingin turun di porprov nanti, para atlet harus terlebih dahulu melalui proses pra-porprov. Dalam hal ini, Yusuf telah menyiapkan 15 atlet untuk pra-porprov nanti. “Targetnya para atlet harus lolos dulu di pra-porprov,” tegasnya.

Terakhir, dia menyebut ada empat daerah yang memiliki tergolong kuat di cabor angkat berat. Antara lain Kota Malang, Nganjuk, serta Tuban. Tiga daerah itulah yang kini menjadi pesaing berat dari atlet Kota Kediri. “Program latihan pasti akan ditingkatkan lagi. Tentunya semangat atlet juga harus terus ditambah,” tandas Yusuf. (em/tar)

Editor : Mahfud
angkat berat kota kediri cabor angkat berat atlet kota kediri angkat berat atlet angkat berat