JP Radar Kediri – Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Kediri akan menggelar Kejurprov Jatim di tahun ini. Rencananya, kejuaraan tersebut akan berlangsung pada November. Hanya saja, lokasi pelaksanaannya masih belum dipastikan.
“Masih cari tempatnya,” ujar Tessar Fachrie Wahyu Ramdani, salah satu pengurus di Kodrat Kota Kediri.
Nantinya, ada dua nomor pertandingan yang dibuka pada kejurprov. Yaitu nomor tarung dan seni gerak. Sementara, pesertanya meliputi seluruh atlet yang ada di Jawa Timur. Lebih lanjut, Tessar-sapaan akrabnya, menyebut bahwa kejurprov di Kota Kediri ini menjadi peluang besar bagi atlet-atlet Kota Tahu.
Pasalnya, ajang ini akan menjadi tolak ukur apakah atlet bisa turun di Porprov Jatim atau tidak. Dalam hal ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri telah menjanjikan akan memberangkatkan atlet bila bisa memperoleh medali perunggu di ajang kejuaraan resmi. Salah satunya ya dari kejurprov ini. Praktis, kesempatan ini mejadi peluang emas bagi para atlet.
Karenanya, latihan para atlet saat ini tengah difokuskan untuk menghadapi ajang kejurprov tersebut. Dalam hal ini, pelatih akan menuntut para atletnya untuk bisa tampil maksimal. Apalagi dengan status Kota Kediri sebagai tuan rumah kejurprov. Demi menjaga fokus, pelatih pun tak mengagendakan try out untuk anak didiknya.
“Fokus latihan kami sekarang untuk persiapan kejurprov aja,” tekan Tessar yang juga merupakan pelatih tersebut.
Meski begitu, dia mengatakan bahwa ada beberapa atletnya yang memiliki agenda kejuaraan lain. Yaitu kejuaraan nasional (Kejurnas). Yang mana, ajang ini memang tak bisa diikuti semua atlet lantaran hanya diperuntukkan kepada mereka yang masih berstatus pelajar.
“Kejurnas pelajar itu nanti di Agustus,” tambahnya.
Terlepas dari itu, atlet tarung derajat yang terdaftar dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot) saat ini berjumlah delapan anak. Mereka merupakan atlet-atlet yang menjadi tim utama di ajang porprov 2027 nanti. Dalam hal ini, pelatih juga tetap menyiapkan atlet lapis kedua.
Selanjutnya, untuk persiapan menuju porprov, para atlet itu menjalani latihan secara intens sebanyak enam kali dalam seminggu. Setiap harinya, program latihan yang diberikan berbeda-beda. Biasanya, latihan teknik akan diberikan pada Selasa dan Rabu. Sementara, latihan fisik diberikan pada Senin dan Jumat. (em/tar)
Editor : Mahfud