JP Radar Kediri – Lima atlet dari Kota Kediri berangkat ke ajang kejuaraan nasional (kejurnas) beberapa waktu lalu. Sayang, hasilnya meleset dari yang diharapkan. Yang mana, atlet Kota Tahu hanya berhasil mempersembahkan dua medali emas, enam medali perak, dan enam perunggu.
Eko Agus Koko, pelatih angkat besi mengatakan target yang dipasang dalam ajang kejurnas tersebut adalah medali emas. Karenanya, dia tampak kecewa saat mengetahui hasil kejurnas tersebut.
Hanya saja, pria yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri itu menganggap bahwa hasil tersebut menjadi pembelajaran penting. “Evaluasinya ya latihan harus digenjot lagi,” kata pelatih yang akrab disapa Koko itu.
Dalam ajang tersebut, dia menyebut ada beberapa hal yang membuat atletnya tak bisa tampil maksimal. Adalah karena waktu istirahat yang kurang. Pasalnya, atletnya baru memulai perlombaannya pada 22.00 WIB. Sehingga tidak dalam kondisi fisik yang prima.
Baca Juga: Pembinaan Atlet Tenis Lapangan Membutuhkan Proses Panjang, Orang Tua Harus Lebih Bersabar
“Memang kemarin karena mandiri itu banyak yang ikut akhirnya kejuaraannya sampek jam sepuluh malam, baru mulai, jadi akhirnya ya atlet yang harusnya istirahat, istirahatnya kurang ya dapat perak,” ceritanya.
Meski begitu, Koko buru-buru menyebut bahwa situasi tersebut tak bisa menjadi alasan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi pembelajaran penting untuk para atlet. Bagaimanapun kondisinya, atlet tetap harus siap.
“Itu bukan alasan, memang daerah lain kesiapannya juga bagus semua. Walaupun dari panitia juga minta maaf tapi ya namanya atlet di segala tempat dan waktu harus siap,” ujar Koko.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Koko akan menggenjot latihan anak didiknya seusai kejurnas. Dia menilai, persaingan di cabang olahraga (cabor) angkat besi semakin ketat. Serta makin kompetitif. Jika tidak segera berbenah, Kota Kediri akan tertinggal dari daerah lain.
“Sekarang angkat besi semua daerah cukup bagus. Apalagi Jabar (Jawa Barat, red), kemarin yang juara umum Jabar, karena ya (atlet) pelatnas itu. Banyak pelatnas yang turun, jadi kalau lawan pelatnas pasti perak,” tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita