JP Radar Kediri - Atlet tenis lapangan Kabupaten Kediri belum bisa memberi medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2026.
Karenanya, tak ada atlet yang masuk dalam program pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri.
Suyanto, pelatih dari Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Bumi Panjalu menyadari bahwa atlet yang diturunkan belum bisa bersaing di porprov tahun lalu.
Yang mana, perjalanan atlet dari Kabupaten Kediri hanya sampai babak delapan besar saja. Sehingga, tak ada medali yang bisa dibawa pulang.
Namun, dia mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi. Beberapa atlet kini tengah di persiapkan untuk mengikuti ajang multievent tersebut.
Dia menilai, persiapan yang dilakukan berbeda dengan sebelumnya. “Program pelti untuk porprov memang persiapannya langsung turun di turnamen,” jelasnya saat ditemui disela-sela latihan.
Rencananya, Pelti Kabupaten Kediri akan menurunkan tiga atlet putra dan putri. Dalam hal ini, atlet akan diturunkan pada nomor beregu dan perorangan.
Di nomor beregu, dia mempersiapkan untuk dobel putra, dobel putri, serta dobel campuran.
Lebih lanjut, Yanto menyebut bahwa atlet-atletnya saat ini tengah disibukkan dengan beberapa ajang turnamen. Yakni sejak Juni hingga sekarang ini.
Yanto mengatakan, anak didiknya itu akan kembali ke latihan rutin pada Agustus mendatang.
Namun sebelum itu, dia akan mengevaluasi terlebih dahulu hasil turnamen yang diikuti.
“Ada beberapa turnamen dan sekarang belum selesai. Jadi nanti akan kami evaluasi hasil turnamen tersebut, misalnya kenapa bisa lolos atau tidak lolos,” ujarnya.
Dia menerangkan, keikutsertaan atau keaktifan atlet dalam mengikuti turnamen sangat bergantung pada keputusan atlet itu sendiri.
Sebab, Pelti Kabupaten Kediri memang tidak menanggung biaya tersebut. Alias biaya mandiri.
Sehingga, atlet tenis yang bersungguh-sungguh untuk mengejar prestasi memang perlu berjuang ekstra.
Yanto menambahkan, keaktifan dalam turnamen juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi pelatih untuk melihat kesiapan atlet.
Sebab, Yanto menganggap bahwa persiapan terbaik untuk menjadi atlet tenis adalah dengan ikut serta dalam turnamen.
“Turnamen ini adalah salah satu bentuk latihan yang paling sempurna untuk anak-anak. Semua ada di situ. Akan berbeda dengan anak yang bagus tetapi mereka tidak pernah ikut turnamen,” tekannya.
Melihat progres atletnya saat ini, Yanto masih optimistis bisa meraih hasil positif di porprov nanti.
Dia meyakini anak didiknya bisa membawa medali untuk Kabupaten Kediri. “Harapan kami tentu ingin emas,” tandas Yanto. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita