JP Radar Kediri - Kabar menggembirakan datang dari tim basket 3x3 putra Bumi Panjalu.
Tim dari KU-21 tersebut sukses mempersembahkan medali emas pada ajang kejuaraan provinsi (kejurprov) pada 17 - 19 Juli lalu.
Prestasi ini pun mengantarkan tim untuk melaju ke kejuaraan nasional (kejurnas).
“Kejurprov ini event yang dijadikan syarat untuk mengikuti kejurnas. Syarat untuk ikut kejurnas itu kalau tidak salah harus juara satu, dua, dan tiga,” terang Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kediri Miftahul Ulum.
Dalam kejurprov ini, kompetisi sejatinya dibuka untuk beberapa kelompok usia (KU).
Mulai dari KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, KU-18, serta KU-21. Sementara, pesertanya berasal dari klub-klub yang ada di Jawa Timur.
Dalam hal ini, tim dari Kabupaten Kediri diwakili oleh klub Perbaspa Pare.
Kendati banyak KU yang dipertadingkan, Perbaspa Pare hanya turun di KU-21.
Tim yang notabene dipersiapkan untuk pekan olahraga provinsi (porprov) nanti.
“Jadi kami kerjasama dengan Perbaspa memproyeksi rencana tim porprov kedepannya, kami coba di kejurprov,” jelas Ulum, panggilan akrabnya.
Melihat prestasi yang ditorehkan, Perbasi Kabupaten Kediri kian percaya diri menatap porprov tahun depan.
Bahkan Ulum berani menargetkan medali emas dalam ajang multievent ini. Namun target ini masih ditujukan untuk tim basket 3x3 putra.
Sedangkan untuk tim putra dan putri di nomor 5x5 dan putri di nomor 3x3, Ulum tidak ingin terlalu ambisius.
“Untuk nomor 5x5, tembus empat besar saja sudah alhamdulillah,” akunya.
Sementara ini, lawan terberat memang datang dari kota-kota besar. Tidak lain adalah Kota Surabaya dan Malang.
Baca Juga: Fauzia, Atlet Tenis Lapangan Kota Kediri Mantap Jadi Petenis sejak Usia Belia
Meski begitu, Kota Blitar dan Mojokerto juga menjadi salah satu daerah yang tim basketnya cukup diperhitungkan di Jawa Timur.
“Kalau tidak ketemu Surabaya, kemungkinan menuju final (porprov, Red) itu 80 persen. Karena lawan terberat memang dari Surabaya,” tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita