JP Radar Kediri - Ada banyak cabang olahraga (cabor) bela diri yang terdata dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Salah satunya adalah kempo. Di Kota Tahu, prestasi atletnya menunjukkan progres yang bagus.
"Di kejurnas di Jakarta berangkat tiga atlet dapat satu emas. Terus kejuaraan yang di Surabaya, berangkat sepuluh atlet dapat emas tiga, perak satu, perunggunya tiga," ujar Cecep Sunariya, pelatih kempo Kota Kediri.
Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menatap ajang pekan olahraga provinsi (porprov) tahun depan. Hanya saja, Cecep menilai atletnya masih perlu mengasah kemampuannya lagi. Apalagi, cabor kempo harus berpuasa medali emas dalam dua porprov ke belakang.
"Kemarin itu (2025, Red) targetnya dapat satu emas. Ternyata dapat perak satu dan dua perunggu dari lima atlet yang berangkat. Jadi saya tetap ingin dapat satu emas di porprov tahun depan, sisanya mengikuti," jelasnya.
Oleh karenanya, Cecep mengaku tengah berusaha mewujudkan target tersebut. Tiga bulan pasca porprov tahun lalu, para atlet kembali menjalani program latihan rutin. Tak cukup itu, Cecep juga berusaha untuk mengikutsertakan atlet-atletnya dalam ajang kejuaraan. Menurutnya, hal ini penting untuk menambah jam terbang atlet.
"Kejurnas di Jakarta itu bulan April, setelah itu kami juga turun di Piala Wali Kota Surabaya. Sekarang ini atlet sedang istirahat dari kompetisi, namun sedang persiapan untuk kejuaraan antar pelajar, lalu juga masih ada POPDA. Jadi persiapan porprov tahun depan, kami perbanyak ikut event kompetisi," jelentrehnya.
Sementara ini, tiga atletnya telah terdaftar dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot). Namun, masih ada sederet atlet yang juga disiapkan untuk porprov nanti. Totalnya sepuluh atlet. Istilahnya, mereka adalah atlet lapis kedua untuk cabor kempo Kota Kediri.
"Ada promosi dan degradasi, mungkin nanti ada penambahan untuk atletnya (yang ikut program puslatkot dan turun di porprov, Red). Kami menunggu dari KONI aja nanti seperti apa, yang kami lakukan tetap menyiapkan atlet," tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita