KEDIRI, JP Radar Kediri – Barongsai Kota Kediri terus mengukir prestasi. Pada kejuaraan provinsi (kejurprov) di Surabaya, para atlet kembali memborong medali. Meliputi tiga medali perak dan dua medali perunggu.
Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Kediri Halim Prayogo mengaku bersyukur atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya.
Terlebih lagi, dua nomor baru yang diikuti juga langsung membuahkan medali. Yaitu nomor baronsai tradisional dan ketangkasa gua yuo.
“Barongsai tradisional mendapat medali perunggu, untuk gua you medali perak,” terang pria yang juga pelatih utama barongsai Kota Kediri tersebut.
Baca Juga: Bek Persik Kediri Vava Mario Setia Dukung Brasil di Piala Dunia 2026
Sebelumnya, Halim-sapaan akrabnya-memang tak memasang target muluk dalam ajang kejurprov di Surabaya tersebut. Ya, targetnya adalah medali perunggu.
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa persaingan barongsai di Jawa Timur ini berlangsung ketat. Selisih nilai yang didapatkan tipis.
Dia menyebut, Surabaya masih mendominasi dalam perolehan emas. Mereka mendapat medali emas di nomor barongsai kecepatan, halang rintang, serta ketangkasan zou tuo.
Selanjutnya, medali emas untuk nomor tradisional dan ketangkasan gua you berhasil didapatkan Kota Malang. Sementara, nomor ketangkasan shang dui diperoleh Kota Madiun.
Halim menyebut, ajang kejurprov ini menjadi ajang penting untuk porprov tahun depan. Pihaknya akan terus mengevaluasi penampilan anak didiknya. Tentunya mengenai apa-apa saja yang membuat barongsai Kota Kediri tak bisa membawa medali emas.
“Setelah dari kejurprov ini kami akan evaluasi lagi,” tandasnya.
Bisa dibilang, kejurprov ini menjadi ajang pemanasan untuk kompetisi pekan porprov tahun depan. Menurutnya, masih ada waktu cukup panjang untuk memperbaiki kelemahan tim barongsai Kota Kediri.
Dengan terus konsisten dan intensif dalam latihan, dia meyakini anak didiknya bisa menaklukkan ajang olahraga bergengsi di Jawa Timur tahun depan. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita