Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fisik Atlet Handball Masih Jadi Tantangan, Pelajari Aturan Main via Youtube

Emilia Susanti • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:51 WIB
Atlet handball Kota Kediri saat menjalani latihan fisik. (FOTO: Emilia/JPRK)
Atlet handball Kota Kediri saat menjalani latihan fisik. (FOTO: Emilia/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Cabang olahraga (cabor) handball kembali aktif di Kota Kediri. Para atlet menjalani latihan sebanyak empat kali dalam seminggu.

Bila awalnya hanya anak dari SMA Negeri 3 Kota Kediri, beberapa anak dari sekolah lain mulai ikut berlatih.

Kepala Pelatih Handball Kota Kediri Moch. Alaq Antoni mengatakan, cabor handball atau bola tangan memang belum memiliki atlet saat cabor diaktifkan kembali.

Karenanya, pelatih mengambil jalan pintas. Yakni hanya mengambil atlet dari SMA Negeri 3 Kota Kediri untuk kejuaraan provinsi (kejurprov) Mei lalu.

Meski sudah mendapatkan beberapa atlet, tantangan berikutnya masih harus dihadapi. Tidak lain mengenalkan apa itu handball, pun aturan mainnya.

Baca Juga: Peminat Cabor Panjat Tebing Kota Tahu Meningkat, Ada Tambahan Dua Anak saat Latihan

“Saya kasih materi di youtube. Jadi semuanya buka youtube yang saya kasih, ditonton bareng-bareng di HP-nya masing-masing. Setelah itu dipraktekkan langsung,” terang pelatih yang akrab disapa Alaq itu.

Mengenai cabor handball sendiri, dia menggambarkannya sebagai penggabungan antara basket dan futsal. Dia menyebut, teknik yang dibutuhkan untuk mengoper bola melalui tangan tak jauh berbeda dengan basket.

Sedangkan, permainannya sendiri dilakukan di lapangan futsal. Dari ukuran lapangan dan gawang menurutnya sama. Begitu pula dengan lantai yang digunakan.

“Agak rumit kalau masih awal-awal,” katanya.

Dalam olahraga handball, pemainnya berjumlah tujuh orang. Yang mana, satu orang diantaranya bertugas sebagai kiper.

Selanjutnya, permainan handball ini dimainkan dalam 2 x 30 menit. Karenanya, dia menyebut atlet handball harus memiliki fisik yang kuat.

“Itu masih menjadi tantangan kami,” ungkap Alaq.

Menurutnya, dia masih punya pekerjaan besar (PR) besar untuk meningkatkan fisik pemain. Sebab, berdasar hasil tes parameter, hasilnya masih dinilai kurang.

Umpamanya, level yang dimiliki seharusnya sembilan, namun para atlet masih di level tujuh.

“Fisik itu penting sekali. Karena handball pergerakannya cepat, main dua kali tiga puluh menit pasti sangat capek. Jadi butuh fisik yang kuat,” jelasnya.

Baca Juga: Kejaksaan Tinggi Awasi Pembangunan Stadion GDJ: Tahap III Dimulai, Begini Tahapannya

Kedepan, dia berharap kondisi fisik atlet sudah mencapai level yang diharapkan untuk porprov tahun depan. Sebab, tim handball putri dimungkinkan akan turun mengingat keberhasilannya mendapat medali perunggu di ajang kejurprov beberapa waktu lalu. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#cabor bola tangan #handball kota kediri #bola tangan kota kediri #cabor handball #atlet kota kediri