KEDIRI, JP Radar Kediri - Gelaran Ksatria International Nusantara PBTI Series di Kediri telah berakhir.
Kabar baiknya, banyak atlet Kota Kediri yang meraih prestasi di ajang ini.
Baik atlet yang tergabung dalam pemusatan latihan daerah (puslatda) maupun pemusatan latihan kota (puslatkot).
Pelatih Cabor Taekwondo Kota Kediri Ilham Raya Saputra mengatakan, dua atletnya yang tergabung di tim Jawa Timur sukses meraih medali emas.
Adalah Debora Febiola dan Revalina Syifa Fahrezia. Yang mana, keduanya sama-sama turun di nomor pertandingan tarung.
“Debora di kelas under 53 kilogram, kalau Reva di under 73 kilogram,” kata pelatih yang juga mantan atlet tersebut.
Sebelumnya, dalam ajang yang sama di Bali, kedua atlet tersebut juga berhasil mempersembahkan medali untuk Jawa Timur. Untuk Debora meraih medali emas.
Sedangkan Revalina menyumbang medali perak. Catatan prestasi ini pun penting bagi keduanya.
Sebab, peluang untuk turun dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship akan terbuka lebar.
Menariknya, sederet prestasi di ajang ini juga sukses dicatatkan para atlet puslatkot.
Atlet yang sukses mempersembahkan medali antara lain Teguh Dwi Nugroho, M. Fasha Pramudya, Nabila Early Putri A., Gya Vrilla Nalita Julia Putri, Alya Shaafia Sulistyawan, dan M. Candraditya.
“Kami berencana untuk menurunkan lagi atlet kami di PBTI Series Jabar (Jawa Barat),” ungkap Ilham.
Menurutnya, Ksatria International Nusantara PBTI Series memang menjadi ajang bergengsi untuk para atlet berprestasi.
Di Jawa Barat nanti, para atlet nasional yang belum bisa turun di Kediri akan turut unjuk gigi.
Sehingga, ini menjadi momen berharga untuk pelatih dalam melihat kemampuan para atlet.
“Atlet di pelatnas (pemusatan latihan nasional) kemarin belum turun di Kediri karena sedang TC (training center). Nah di Jabar ini sepertinya akan turun semua,” katanya.
Baca Juga: Nasib Marcos Reina Masih Jadi Tanda Tanya, Unggahan di Instagram Jadi Sinyal Bertahan di Persik?
Ilham meneragkan, pihaknya saat ini memang getol untuk mengikuti berbagai event yang ada.
Mengingat masih ada waktu panjang sebelum gelaran pekan olahraga provinsi (porprov).
Karenanya, sementara ini, dia akan memanfaatkan waktu persiapan dengan mengikui event taekwondo.
“Setelah di PBTI Series Jabar nanti, masih ada agenda kejurprov (kejuaraan provinsi) untuk pelajar. Setelah dua itu, kami akan evaluasi secara keseluruhan,” terangnya.
Sejauh ini, dia mengaku puas dengan performa anak didiknya. Apalagi setelah menyaksikan penampilan para atlet di Ksatria International Ksatria PBTI Series di Kediri.
Menurutnya, atlet Kota Kediri punya potensi besar untuk menjadi juara umum untuk kompetisi taekwondo di Jawa Timur.
Baca Juga: Lima Cabor di Kota Kediri ‘Mati Suri’, Vakum karena Pengurus Baru Belum Terbentuk Lagi
Tak heran bila dirinya terus percaya diri bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri akan menambah kuota atlet taekwondo dalam program puslatkot tahun depan. “Insyallah,” tandas Ilham. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita