Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Putra Tri Ramadani, Atlet Panjat Tebing Kota Kediri Catat Sejarah untuk Indonesia: Sempat Kelelahan saat Babak Final

Emilia Susanti • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:34 WIB
Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani.
Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani. 

Kabar membanggakan datang dari atlet panjat tebing asal Kota Kediri. Ya, Putra Tri Ramadani. Pemuda berusia 20 tahun itu sukses membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang dalam ajang World Climbing Series Prague 2026, Senin (8/6).

Medali emasnya untuk Indonesia itu pun menjadi sejarah baru bagi olahraga panjat tebing.

Pasalnya, Putra menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas nomor lead dalam sejarah World Climbing Series.

“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia,” katanya.

Pada babak final, pemuda yang akrab disapa Srondeng tampil menghadapi tujuh pemanjat elite dunia. Meliputi Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Stone Yoshida.

Baca Juga: Ribuan Atlet Taekwondo Berebut Gelar Juara, Buru Tiket Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship

Ketiganya merupakan atlet dari Jepang. Selanjutnya, juga ada Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, dan Jakob Schubert dari Austria.

Menurutnya, babak final tersebut terasa berat ditaklukkan. Sebab, dia menilai rutenya sulit. Utamanya pada bagian atas. Dia pun sempat kelelahan.

“Rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah,” ucap Putra.

Namun, semua tantangan itu berhasil dilaluinya. Itu karena dirinya berambisi besar untuk meraih medali emas.

Selain itu, dia juga ingin mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

“Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.

Pada saat final tersebut, Putra berhasil mencatatkan skor 43. Nilai tersebut mengungguli perolehan Neo Suzuki yang meraih skor 39 dan Jakob Schubert dengan skor 37.

Berdasar hasil itulah Putra berhasil berdiri di podium tertinggi dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Keberhasilan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Putra di nomor lead.

Baca Juga: Nasib Marcos Reina Masih Jadi Tanda Tanya, Unggahan di Instagram Jadi Sinyal Bertahan di Persik?

Sebelumnya, pada World Climbing Series Koper, Slovenia tahun 2025, Putra berhasil menembus final dan finis di peringkat keenam.

Atas prestasinya itu, Putra mendapat banyak pelajaran penting.

Dia akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.

“Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” tandasnya. (em/tar)

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#atlet panjat tebing #putra tri ramadani #atlet panjat tebing cetak sejarah #atlet panjat tebing putra tri ramadani #atlet panjat tebing Indonesia