KEDIRI, JP Radar Kediri-Upaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri untuk memajukan olahraga di Kota Tahu agaknya harus menempuh jalan yang terjal.
Setidaknya, mereka dihadapkan pada sejumlah cabang olahraga yang ‘mati suri’ alias vakum.
"Ada voli, dayung, sepak takraw, menembak, dan berkuda. Ini dulunya ada tapi sekarang nggak ada karena kepengurusannya belum terbentuk lagi," kata Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko tentang lima cabor yang kini vakum.
Induk organisasi dari lima cabor tersebut menurut pria yang akrab disapa Koko itu sejatinya sudah pernah terbentuk.
Baca Juga: Demam Bola! Polres Kediri Gelar Nobar Laga Timnas Indonesia vs Mozambik
Misalnya, Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).
Namun, cabor menembak itu vakum karena salah satu sosok sentral di Perbakin meninggal dunia. Adapun penerusnya tidak ada.
Perbakin Kota Kediri menurut Koko sudah vakum lebih dari lima tahun. Begitu pula dengan olahraga berkuda.
Seperti halnya Perbakin, olahraga berkuda juga vakum karena tidak ada pengurus penerusnya.
“Terus kalau sepak takraw ini ketua yang kemarin itu vakum, nggak ada kegiatan. Lha ini sudah habis kepengurusannya," lanjutnya saat ditemui di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Mayoritas penyebab vakumnya lima cabor menurut Koko karena faktor kepengurusan organisasi. Karenanya, kini KONI sedang berupaya untuk menghidupkan cabor-cabor yang vakum tersebut.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah memberi sosialisasi kepada dinas maupun jajaran terkait tentang kekosongan kepungurusan lima cabor itu.
"Saya itu sering ketemu dengan dinas atau jajaran. Saya sudah sampaikan, misalnya ini ada Perbakin, masih kosong kepengurusannya," ceritanya.
Meski mendapat respons baik, diakui Koko hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang konkret.
Selain sosialisasi, mantan atlet angkat besi itu juga berupaya untuk memberi solusi.
Misalnya pada cabor dayung, dia mengupayakn agar bendungan bisa digunakan untuk wisata dayung. Sehingga, atlet tidak perlu berlatih di Bendungan Karangkates.
“Contoh di Mojokerto, di sana dayung prestasinya bagus. Saya lihat latihannya di sana di Brantas. Nah, Kediri kan punya. Lha ini lagi pelan-pelan saya mencarikan insan dayung," bebernya.
Untuk diketahui, KONI Kota Kediri berupaya menghidupkan sejumlah cabor yang mati suri untuk mengerek prestasi.
Di tengah persaingan antardaerah yang ketat, memiliki banyak cabor akan menguntungkan untuk Kota Kediri.
Sebab, ada peluang untuk meningkatkan perolehan poin dalam ajang pekan olahraga provinsi (porprov).
"Di porprov kami harus memperbanyak cabor agar poin bertambah. Poin itu bisa di perak atau perunggu kan," tandasnya.
Sementara itu, salah satu cabor yang barus saja dihidupkan di Kota Kediri adalah handball.
Sempat vakum, cabor ini berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan provinsi (kejurprov) Mei lalu.
"Kalau bisa menujukkan prestasi, nanti ya berangkat porprov," janjinya.
Baca Juga: Jon Toral Stay! Pastikan Diri Tetap Bela Persik Kediri Musim Depan
Selain menghidupkan cabor, pihaknya juga mencari cabor yang memang belum pernah ada. Misalnya saja kabaddi, judo, dan sambo. "Kami menggali terus cabor apa yang belum ada," tandasnya. (em/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita