JP Radar Kediri – Persija Jakarta secara resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebagai juru taktik baru mereka untuk mengarungi kompetisi musim depan. Pelatih asal Korea Selatan tersebut diplot untuk menggantikan posisi Mauricio Souza.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh manajemen Macan Kemayoran dalam sesi konferensi pers yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (8/6/2026) siang WIB, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PersijaTV.
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, mengungkapkan bahwa pelatih yang akrab disapa STY ini diikat dengan kontrak jangka panjang. Manajemen menaruh harapan besar pada visi sepak bola pelatih berusia 57 tahun tersebut.
"Durasi kontrak kita kurang lebih tiga tahun," ujar Mohamad Prapanca di hadapan awak media di JIS, Senin (8/6/2026).
Prapanca menambahkan, Shin Tae-yong tidak hanya bertanggung jawab atas performa tim utama di lapangan. Eks pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 ini juga diberi mandat besar untuk membenahi sistem klub secara menyeluruh.
"Kita berproses, tentunya coach Shin juga akan terlibat dengan infrastruktur Persija, dan semua akan kita coba untuk mengakselerasi selama tiga tahun ke depan," lanjut Prapanca.
Manajemen menegaskan ada empat kriteria utama yang dipenuhi STY hingga akhirnya terpilih. Persija berharap reputasi kedisiplinan dan pengalaman tinggi yang dimiliki Shin Tae-yong bisa membawa klub Ibu Kota merajai kompetisi domestik, menembus level Asia, sekaligus mengoptimalkan potensi talenta muda di akademi Persija.
Sebelum memasuki ruang konferensi pers, manajemen Persija terlebih dahulu memutar video profil sepanjang dua menit untuk menyambut sang pelatih baru. Sesaat setelahnya, STY menyapa media dengan mantap.
Baca Juga: Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Kalahkan Mozambik Besok
“Saya Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru di Persija kali ini,” katanya.
Mengenai alasannya kembali ke Indonesia dan memilih jalur klub, STY mengaku masih memiliki rasa penasaran yang besar terhadap atmosfer sepak bola tanah air. Momentum komunikasi yang intens dengan manajemen Persija menjadi kunci di balik keputusan besarnya ini.
"Dengan adanya pertemuan dengan pihak Persija, saya jadi ingin menantang Super League Indonesia," tutur Shin Tae-yong.
Ia menegaskan tekadnya tidak berubah sejak pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada 2019 lalu, yaitu membawa perubahan positif bagi sepak bola nasional.
"Saya mau membantu mengembangkan lebih lagi perkembangan sepak bola Indonesia, baik itu secara prestasi maupun sistem," tambahnya.
Rekam Jejak Shin Tae-yong
Nama Shin Tae-yong tentu sudah sangat melekat di hati pencinta sepak bola Indonesia. Selama menukangi Skuad Garuda pada periode 2019-2025, ia menorehkan tinta emas dengan meloloskan tiga kelompok usia Timnas Indonesia (U-20, U-23, dan Senior) ke putaran final Piala Asia.
Di bawah asuhannya, Timnas Senior mencetak sejarah dengan melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023 serta menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Namun, kebersamaannya dengan PSSI berakhir pasca-hasil minor di turnamen Piala AFF.
Sebelum menerima pinangan Persija, STY sempat kembali ke negaranya untuk menukangi klub papan atas K-League, Ulsan HD. Sayangnya, petualangan tersebut berjalan singkat. Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, STY hanya mencatatkan 2 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 4 kekalahan dari 10 pertandingan yang dilakoni.
Kini, dengan durasi kontrak tiga tahun di Jakarta, menarik untuk dinantikan bagaimana tangan dingin Shin Tae-yong meramu strategi demi membawa Macan Kemayoran kembali ke jalur juara.
Editor : Shinta Nurma Ababil