KEDIRI, JP Radar Kediri- Cabang olahraga (cabor) bola tangan Kota Kediri dihidupkan kembali. Tentu banyak tantangan yang menyelimuti.
Tak ayal, keikutsertaan dalam ajang bergengsi pekan olahraga provinsi (porprov) masih abu-abu.
Tetapi, situasi itu tak menyurutkan semangat tim pelatih maupun para atlet.
Meski belum bisa mengikuti program pemusatan latihan kota (puslatkot) dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, tim bola tangan baik putra maupun putri tetap giat berlatih.
Intensitasnya sementara ini empat kali dalam seminggu. “Latihan di hari Senin, Selasa, Kami, dan Sabtu,” terang Moch. Alaq Antoni, kepala pelatih tim bola tangan Kota Kediri.
Baca Juga: Jon Toral Stay! Pastikan Diri Tetap Bela Persik Kediri Musim Depan
Kabar menggembirakannya, tim bola tangan putri Kota Kediri telah mencatatkan prestasi pada ajang kejuaraan provinsi (kejurprov) beberapa waktu lalu.
Alaq-sapaan akranya, menyebut, anak didiknya dari kategori bola tangan putri itu membawa medali perunggu.
Hasil itu pun membuat tim pelatih semakin yakin untuk membawa prestasi lebih besar kedepannya.
Bahkan, Alaq percaya bisa mengikutsertakan tim bola tangan untuk porprov nanti.
Dalam persiapan ajang bergengsi di Jawa Timur ini, Alaq mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa rencana kedepan.
Salah satunya dengan merangkul pihak sekolah menengan atas (SMA) yang ada di Kota Tahu.
“Insyaallah akan ada sosialisasi ke guru-guru PJOK se-Kota Kediri khususnya untuk yang SMA dan sederajat, kemudian dua minggu kemudian, kami berencana mengadakan event antar SMA,” bebernya saat ditemui di tempat latihan.
Alaq menyebut, tujuan diadakannya event itu adalah untuk pencarian pemain bola tangan.
Sementara, tim yang sudah ada saat ini, sifatnya masih belum final. Dia akan menerapkan sistem promosi dan degradasi.
Baca Juga: Perbasi Kabupaten Kediri Berburu Pelatih Porprov, Banyak Event Basket Menanti
“Jadi semua harus berprogres, jika tidak ya mohon maaf akan degradasi,” terangnya.
Menurutnya, masih ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.
Selain mencari bibit atlet, pihaknya juga harus meningkatkan kondisi fisik para atlet.
Sebab, tim bola tangan yang terbentuk terbilang baru. Sehingga, fisik pemain masih belum terbentuk.
“Masih banyak tantangan semoga diberi kelancaran,” harap Alaq.
Untuk diketahui, tim bola tangan yang turun dalam kejurprov awal Mei lalu itu dibentuk dengan proses yang instan.
Yang mana, pelatih hanya menunjuk siswa dari SMA Negeri 3 Kota Kediri. Yakni sekolah di mana Alaq mengajar.
“Kami ambil yang punya basic olahraga, entah itu olahraga apa, yang pasti kami tawarkan dua hal. Kamu mau konsisten di handball, yang kedua mau kerja keras di handball,” cerita Alaq saat menyebut syarat yang harus dijalankan oleh para atlet jika ingin masuk ke olahraga handball.
Kala itu, pembentukan tim harus dilakukan secara cepat. Dia menyebut, tim bola tangan yang diasuhnya itu hanya menjalani persiapan selama 2,5 bulan sebelum ajang kejurprov di Surabaya.
Baca Juga: Kiko Carneiro Tetap Berseragam Persik Kediri, Akan Bermain untuk Macan Putih Musim Depan
Karena itulah dirinya belum bisa mencari bibit atlet hingga ke sekolah-sekolah lain.
“Jadi bola tangan memang sudah lama ada, bahkan dulu atlet di Kediri yang mewakili di PON, cuman setelah itu pembinaanya vakum, nggak jalan. Akhirnya pas Lebaran pengprov ke Kediri untuk menjalankan lagi bola tangan. Setelah itu kami rapat dan kami ke KONI, akhirnya hidup lagi dengan kepengurusan yang baru, setelah itu akhirnya kami atlet sedapatnya dulu,” ceritanya.
Kini, para atlet untuk bola tangan sudah bertambah. Alias tidak hanya dari SMA Negeri Kota Kediri.
Alaq berharap, dengan beberapa rencana yang disusun, tim bola tangan bisa benar-benar turun dalam ajang porprov. Baik di tim putra maupun putri. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita