KEDIRI, JP Radar Kediri- Atlet panjang tebing Kota Tahu rutin berlatih di GOR Jayabaya. Seminggu sebanyak enam kali, yaitu Minggu - Jumat.
Latihan tersebut berlangsung setiap sore hingga malam. Saat ini, para atlet tengah bersiap untuk menatap Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026.
"Jadi ini ada TC (training center) untuk O2SN, ada yang SMP dan SMA," kata Wisnu Prasetyo, pelatih panjat tebing.
Kompetisi untuk para pelajar itu akan berlangsung pada akhir Juni nanti di Surabaya. Wisnu menyebut, Kota Kediri saat ini tengah menyiapkan tiga atlet.
Baca Juga: Arsenal vs PSG: Gelandang Persik Kediri Jon Toral Dukung The Gunners Menangi Liga Champions
Dari jenjang sekolah menengah atas (SMA) dua atlet, sedangkan dari sekolah menengah pertama (SMP) satu atlet.
"SMA itu nanti putra dan putri. Yang SMP, untuk putranya terkena didiskualifikasi karena persoalan umur (terlalu tua, Red). Dia memang kelas 2 SMP, tetapi umurnya kelebihan," beber Wisnu.
Dalam masa persiapan ini, pelatih tengah mempertajam penguasaan teknik atlet. Porsinya sebesar 80 persen dalam latihan. Sisanya baru pada fisik atlet.
Lebih lanjut, Wisnu menerangkan bahwa ada dua kategori lomba dalam O2SN nanti. Yaitu kategori lead dan speed world record.
"Jadi memang khusus di kategori yang ada di olimpiade," jelasnya.
Dalam ajang ini, Wisnu tak akan menargetkan hasil yang muluk-muluk. Untuk tingkat SMA, dia berharap atlet dari Kota Kediri bisa masuk sepuluh besar. Sedangkan, untuk SMP, dia ingin atletnya masuk lima besar.
Menurutnya, dalam cabor panjat tebing ini, kota-kota besar di Jawa Timur masih menjadi pesaing berat.
"Tetap Surabaya, Gresik, Probolinggo, Lamongan. Untuk wilayah karisidenan Blitar," katanya saat ditemui disela-sela latihan.
Untuk diketahui, cabor panjat tebing Kota Kediri turut menyumbang perolehan medali di ajang pekan olahraga provinsi (porprov).
Dalam ajang bergengsi di Jawa Timur ini, atlet dari Kota Tahuh, Jasson Angel mempersembahkan medali perak untuk kategori Speed World Record. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita