Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pelatih Wushu Asal China Pantau Potensi Atlet Kediri, Butuh Tambahan Amunisi untuk Ajang PON 2028

Emilia Susanti • Senin, 11 Mei 2026 | 23:38 WIB
Atlet Wushu Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)
Atlet Wushu Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Wajah para atlet wushu tampak serius pada sesi latihan di aula SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Minggu (10/5). Terlebih lagi saat sparring.

Suasananya tampak menegangkan. Bagaimana tidak serius? Pasalnya, ada tim bidang pembinaan dan prestasi (binpres) wushu Jawa Timur (Jatim) yang datang untuk menyaksikan langsung.

“Hari ini ada binpres wushu Jawa Timur, ada program untuk keliling di kota dan kabupaten,” kata Deddy Setiawan Priambodo, pelatih utama wushu sanda Kota Kediri.

Dia menerangkan, tim binpres punya misi tersendiri dalam kunjungannya tersebut. Yaitu untuk melihat potensi-potensi atlet di Jawa Timur. Bukan itu saja.

Mereka juga mencari atlet untuk diikutkan dalam program pemusatan latihan daerah (puslatda).

Baca Juga: Persik Kediri Fokus Rampungkan Kompetisi, Belum Waktunya Bicara Musim Depan

“Untuk memenuhi kebutuhan di persiapan PON (pekan olahraga nasional) di NTT dan NTB,” ujar Deddy.

Sejatinya, Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Jatim telah memiliki nama-nama atlet untuk ajang PON 2028 nanti.

Para atlet pun telah menjalani program puslatda. Hanya saja, jumlahnya masih kurang. Karenanya, pengprov turun langsung untuk menjaring atlet.

“Kami datang ke kota kabupaten yang ada di Jawa Timur untuk cek, terus Laoshi (pelatih wushu, Red) langsung turun cek atlet-atlet yang ada di Surabaya, Kediri, Sidoarjo, dan lain-lain. Kami cek mana atlet yang memang berpotensi,” beber Wakil Ketua Umum Pengprov WI Jatim Sherlie Hoediono.

Untuk diketahui, pengprov menghadirkan langsung pelatih asal China di tim puslatda Jatim. Adalah Laoshi Wang.

Kemarin, sosoknya terlihat dalam sesi latihan atlet. Dia tampak seksama memperhatikan para atlet saat melakukan sparring.

Sherlie mengatakan, program puslatda di Jatim seringkali mepet dengan ajang kompetisi yang diikutinya.

Berbeda dengan daerah-daerah lain yang melakukan persiapan lebih awal.

“Wushu sanda ini kalau di Indonesia, Jawa Timur termasuk lumayan tertinggal. Itulah kenapa kami mulai dari awal, kami datangkan pelatih asing. Berharapnya kami waktu PON dan pra-PON itu punya prestasi yang bagus,” inginnya sembari menyebut target prestasi di PON 2028 nanti adalah lebih baik dari 2024.

Baca Juga: Persik Kediri Siap All Out, Incar Kursi 10 Besar BRI Super League

Dalam sparring Minggu (10/5) kemarin, pengprov tak hanya melihat potensi dari Kota Tahu saja.

Melainkan juga atlet-atlet wushu yang ada di Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, atlet puslatda juga turun dalam sparring.

Totalnya ada empat atlet, dua diantaranya berasal dari Kota Kediri. Adalah Ibnu Rossie dan Pramita Kusuma Larasati. (em/tar)

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#atlet wushu kota kediri #atlet wushu kabupaten kediri #wushu jatim #puslatda wushu jatim #atlet wushu