KEDIRI, JP Radar Kediri– Kota Kediri punya banyak atlet berprestasi. Buktinya terlihat jelas dari hasil pekan olahraga provinsi (porprov) tahun lalu.
Pada klasemen akhir, Kota Kediri menempati posisi keempat jika dihitung dari perolehan medali emas.
Hanya saja, persoalan anggaran masih menjadi tantangan sendiri bagi insan olahraga di Kota Kediri.
Saat ini, anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri adalah sebesar Rp 6 miliar.
Menurut Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko dalam wawancara sebelumnya, anggaran tersebut masih kurang.
Pasalnya, persoalan fasilitas latihan belum tersentuh dengan anggaran tersebut. Dia mengatakan, anggaran sudah terkuras untuk program pemusatan latihan kota (puslatkot).
Baca Juga: Legenda Persik Kediri Jamu Sidoarjo Selection, Menang 4-0 di Stadion Brawijaya
“Untuk anggaran yang terbatas, apalagi ada efisiensi, itu memang salah satu tantangan nanti kedepan,” kata Agung Purnomo, anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar.
Menyinggung soal fasilitas olahraga, Agung mengatakan pihaknya telah mengusulkan dalam rapat banggar.
Menurutnya, terkait hal itu, pihaknya juga menunggu keputusan politik dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Hanya saja, dia berpendapat bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bisa berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait dengan fasilitas olahraga.
“Harusnya ada kolaborasi, selain kota kalau emang dana tidak mampu, atau kurang, itu bisa kolaborasi untuk meminta di kementerian, terutama di Menpora, di kementerian harusnya ada alokasi untuk itu,” terangnya saat ditemui Rabu (22/4).
Dia meyakini, kolaborasi dengan pemerintah pusat bisa menjadi salah satu solusi di tengah efisiensi anggaran saat ini.
Oleh karenaya, dia menyarankan agar Pemkot Kediri aktif untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, persoalan fasilitas akan terus menjadi masalah yang berlarut-larut bila pemerintah hanya diam.
“Potensi untuk kolaborasi ke kementerian pusat itu masih ada dan banyak, tinggak keaktivan kita aja untuk jemput bola, kalau pasif nggak bisa,” tekannya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dirinya juga akan ikut mengawal pembahasan anggaran untuk KONI Kota Kediri di tahun depan.
Mengingat ada agenda besar yang dimiliki KONI, yaitu ajang porprov di Surabaya. Praktis, kebutuhan anggaran akan lebih tinggi dibanding tahun ini. Pun dari porprov sebelumnya.
“Saya kan sebagai dewan juga di banggar (badan anggaran), saya nanti pasti kawal, saya dukung terutama untuk porprov 2027, mungkin butuh dana yang signifikan, kalau sekarang Rp 6 miliar, tahun depan pasti harus lebih karena untuk porprov,” jelasnya sembari menyebut akan mengusahakan anggaran untuk porprov 2027 bisa naik dari Rp 10 miliar ke Rp 12 miliar. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita