Dewan Penasehat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri Mochamat Muhsin mengatakan, atlet Bumi Panjalu harus bisa mencatatkan sejarah baru.
Prestasi harus terus ditingkatkan hingga menggeser peta kekuatan olahraga di Jawa Timur.
Baca Juga: Tim Medis Persik Kediri Tunggu Observasi Jon Toral dan Chechu Meneses
“Pesan saya, intinya jangan melepas atlet dengan mudah. Apalagi atlet yang berpeluang mendulang medali,” kata pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ini.
Menurutnya, pemerintah kabupaten akan terus memberi dukungan agar prestasi atlet melonjak.
Dukungan konkret itu sendiri berupa rencana pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada 2027 mendatang.
“Ada uang pembinaan, ada beasiswa prestasi sekitar Rp 400 juta untuk atlet-atlet berprestasi,” tambah Muhsin-sapaan akrabnya.
Sementara, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata menambahkan, pihaknya akan menyoroti aspek ketertiban administrasi.
Lalu juga efektivitas pengiriman atlet. Pasalnya, rasio perolehan medali di Bumi Panjalu terbilang kecil. Hanya sekitar 20 persen.
“Evaluasi dari tahun lalu, kita memberangkatkan kurang lebih 500 atlet. Dari situ, hanya sekitar seratus atlet yang memperoleh medali. Berartim dari atlet yang kami kirimkan hanya 20 persen yang berpotensi mendapat medali,” tutur Hakim.
Oleh karenanya, Hakim akan semakin selektif pada porprov mendatang.
Dia juga akan terus bersinergi dengan pemerintah agar persiapan teknis semakin matang.
Dia optimis kontingen Kabupaten Kediri akan memberi hasil yang lebih baik. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita