KEDIRI, JP Radar Kediri– Cabang olahraga (cabor) barongsai menorehkan prestasi luar biasa di pekan olahraga provinsi (porprov) tahun lalu.
Mereka berhasil mempersembahkan tiga medali emas. Yaitu dari kategori naga taolu, naga kecepatan, dan naga halang rintang.
Prestasi ini memang membuat bangga. Namun sekaligus tantangan bagi para atlet dan pelatih. Sebab, mempertahankan gelar juara terkadang lebih sulit. Tak ayal, pelatih cabor barongsai tetap menginstruksikan atletnya untuk menjalani latihan rutin.
“Puslatkot (pemusatan latihan kota) tahun ini lebih lama dibanding tahun lalu,” kata Halim Prayogo, pelatih cabor barongsai.
Pada porprov 2025 lalu, atlet barongsai hanya menjalani puslatkot selama enam bulan. Namun berkat prestasi tiga medali emas, cabor barongsai mendapatkan kesempatan menjalani puslatkot selama 16 bulan. Itu dimulai sejak 1 Maret 2026. Berbarengan dengan cabor-cabor lainnya.
“Harapan dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) kami bisa menjadi cabor unggulan dan mendapatkan medali porprov 2027,” kata pria yang akrab disapa Halim itu.
Untuk saat ini, para atlet masih terus menjalani latihan rutin sembari menyiapkan strategi untuk porprov 2027. Bahkan juga untuk pra-pekan olahraga nasional (PON).
Menatap dua agenda tersebut, Halim menyebut pihaknya memerlukan persiapan yang matang. Karena itulah agenda latihan tetap berjalan meski tidak ada kompetisi.
“Dalam waktu dekat belum ada kejuaraan. Kami manfaatkan waktu ini untuk persiapan poprov agar dapat mempertahankan juara. Sekaligus membina regenerasi atlet yang baru,” tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita