“Atlet pemanah berkuda yang hadir itu adalah utusan dari Pengprov (Pengurus Provinsi) Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) yang ada. Pada hari ini alhamdulillah ada 17 Pengprov Pordasi yang mengutus 72 atlet horsback archery ditambah eksibisi ground archery,” terang Ketua Komisi Horseback Archery & Tent Pegging Pengurus Pusat Pordasi Deri Asta.
Dalam kejurnas kali ini, ada beberapa nomor yang dipertandingkan. Meliputi triple shoot under 16, triple shoot putri, dan triple shoot untuk dewasa. Kemudian juga ada kategori Indonesian style dan serial shoot.
Khusus untuk Indonesian style dan serial shoot, peserta yang bisa turun adalah atlet senior. Alias rider yang sudah handal. Pasalnya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Mulai dari efektivitas waktu, kemampuan rider, handling kuda, serta aspek keselamatan.
Sebelumnya, panitia sempat mengalami kendala dalam ketersediaan kuda. Tidak semua kuda bisa dipakai untuk pertandingan horseback archery. Dari 27 kuda yang ada, hanya ada delapan yang bisa dipakai.
Kendati demikian, tak ada kendala berarti lainnya dalam pelaksanaan kejurnas ini. Cuaca di kawasan wisata Kelud pun cerah. Tak kalah penting, tidak ada atlet yang mengalami cedera. Sementara, adanya kejurnas ini akan menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit atlet.
“Artinya ini kan kami sudah punya grade atau level nasional siapa atlet terbaik kami jadi kalau ada utusan-utusan kami untuk ke luar negeri tinggal kami verifikasi yang terbaik-terbaik itu untuk kami utus,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian