JAKARTA — Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, kembali mencuri perhatian setelah gol jarak jauhnya ke gawang Arema FC resmi masuk nominasi The FIFA Puskás Award 2025, Jumat, 14 November 2025. Gol itu sebelumnya dinobatkan sebagai Goal of the Season BRI Liga 1 2024/2025 dan kini bersaing di panggung internasional bersama deretan gol terbaik dunia.
Momen tersebut terjadi lewat skema serangan balik cepat. Ridho yang awalnya berada di kotak penalti Persija mengawalinya dengan umpan pendek kepada Ryo Matsumura. Ryo kemudian melepaskan operan terobosan panjang ke depan. Ridho yang terus berlari tanpa ragu mengejar bola langsung menyambutnya tanpa kontrol, lalu melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung akurat ke gawang Arema FC. Kiper lawan yang saat itu berdiri terlalu maju tak mampu mengantisipasi bola.
Gol itu menonjol berkat ketenangan, presisi, dan keberanian Ridho membaca situasi. Eksekusi satu sentuhan dari jarak jauh itulah yang membuat namanya kini diperhitungkan dalam ajang penghargaan gol terbaik dunia.
Ridho menyambut nominasi itu dengan rendah hati.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa masuk nominasi Puskás Award. Jujur tidak pernah membayangkan gol itu akan sejauh ini,” ujar Ridho. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada rekan setim, pelatih, ofisial, dan Jakmania. “Gol itu lahir karena kerja sama tim, bukan semata aksi individu.”
Nominasi tersebut menjadi catatan penting bagi sepak bola Indonesia, mengingat jarang pemain lokal menembus daftar kandidat penghargaan bergengsi FIFA. Ridho berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi dirinya dan Persija untuk tampil lebih baik di sisa musim.
FIFA Puskas Award tetap menjadi salah satu penghargaan paling prestisius di dunia sepak bola, diberikan kepada pemain yang dinilai mencetak gol paling indah dalam satu tahun. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2009, penghargaan ini telah melahirkan sejumlah momen ikonik yang memperkaya sejarah olahraga paling populer sejagat.
Mulai tahun 2024, FIFA melakukan perubahan besar. Puskas Award kini resmi menjadi penghargaan khusus pemain pria, sementara gol terbaik pesepak bola wanita dialihkan ke penghargaan baru bernama Marta Award, diambil dari nama legenda Brasil, Marta Vieira da Silva.
Garnacho Jadi Pemenang 2024
Untuk edisi 2024, Alejandro Garnacho dari Manchester United terpilih sebagai pemenang melalui gol overhead kick spektakuler ke gawang Everton pada November 2023. Gol tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang paling indah dalam sejarah Premier League.
Sementara itu, Puskas Award 2023 diraih oleh Guilherme Madruga berkat bicycle kick jarak jauh yang memukau pecinta sepak bola dunia.
Reformasi Sistem Voting
Sebelum 2019, pemenang ditentukan sepenuhnya oleh voting penggemar. Mekanisme tersebut sempat menuai kritik setelah hasil kontroversial pada 2018. Sejak 2019, FIFA menerapkan sistem baru dengan melibatkan panel legenda sepak bola yang menilai bersama publik.
Reformasi ini dianggap membuat hasil penilaian lebih seimbang dan objektif.
Catatan Pemenang Puskas Award Sejak 2009
Berikut daftar lengkap pemenang penghargaan tersebut:
-
2024 – Alejandro Garnacho (Manchester United)
Overhead kick ke gawang Everton di Premier League. -
2023 – Guilherme Madruga
Bicycle kick dari jarak jauh. -
2022 – Marcin Oleksy
Voli akrobatik pesepak bola amputasi untuk Warta Poznan. -
2021 – Erik Lamela
Rabona dan nutmeg brilian saat Tottenham bertemu Arsenal. -
2020 – Son Heung-Min
Solo run 70 meter dari area sendiri vs Burnley. -
2019 – Daniel Zsori
Overhead kick spektakuler untuk Debrecen. -
2018 – Mohamed Salah
Putaran cepat di kotak penalti sebelum melengkungkan bola ke pojok atas gawang Everton. -
2017 – Olivier Giroud
Gol “scorpion kick” melawan Crystal Palace. -
2016 – Mohd Faiz Subri
Tendangan bebas melengkung yang viral; pemenang pertama dari Malaysia. -
2015 – Wendell Lira
Bicycle kick berputar untuk Goianesia. -
2014 – James Rodriguez
Volley brilian saat Piala Dunia 2014 melawan Uruguay. -
2013 – Zlatan Ibrahimovic
Overhead kick dari jarak lebih 30 meter vs Inggris. -
2012 – Miroslav Stoch
Volley keras dari luar kotak penalti. -
2011 – Neymar
Solo dribble melewati banyak pemain Flamengo. -
2010 – Hamit Altintop
First-time shot keras dari jarak 18 meter. -
2009 – Cristiano Ronaldo
Tendangan jarak jauh saat melawan Porto di Liga Champions.
Warisan Ferenc Puskás
Penghargaan ini dinamai Ferenc Puskás, legenda Real Madrid yang mengoleksi 514 gol dalam 529 pertandingan, dan dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling efektif dalam sejarah sepak bola. Puskas Award dibuat untuk menjaga semangat kreativitas dan keindahan permainan yang diwariskannya.
Gol-Gol yang Menjadi Ikon
Sepanjang sejarahnya, sejumlah pemenang mencatatkan momen yang sulit dilupakan. Gol akrobatik Zlatan Ibrahimovic pada 2013 disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik sepanjang masa. Demikian pula volley James Rodriguez pada Piala Dunia 2014 yang memikat jutaan pasang mata.
Pada 2022, Marcin Oleksy membuat sejarah sebagai pemenang pertama dari sepak bola amputasi, menjadi bukti bahwa keindahan permainan tidak mengenal batas fisik.(*)
Editor : Jauhar Yohanis