Kisah Inspiratif Anugrah Styawan, Atlet Atletik Muda Kota Kediri yang Pecah Rekor Nasional
Emilia Susanti• Jumat, 14 November 2025 | 21:18 WIB
Anugrah Styawan
Demi Kejar Prestasi Rela Hidup Jauh Hidup dari Orang Tua
Anugrah Styawan Pujo Santoso menjadi salah satu atlet yang patut dibanggakan. Meski usianya masih muda, karirnya di dunia olahraga terbilang moncer. Menjalani pelatnas untuk mengikuti ajang-ajang internasional.
Namanya Anugrah Styawan. Tanpa huruf e di antara s dan t di nama belakang. Meskipun mengejanya tetap Setyawan seperti umumnya.
Tapi, tak perlu sulit mengeja untuk memanggil pemuda 18 tahun ini. Karena panggilannya cukup mudah, Anugrah. Mengambil dari nama awalnya.
Sosok ini lahir dari keluarga atlet. Ayahnya adalah pemain bola voli. Sedangkan sang ibu pernah berkecimpung di olahraga bola basket.
Saat ini, kakaknya yang meneruskan jejak sang ayah, jadi pemain voli. Sedangkan Anugrah agak ‘melenceng’. Dia justru memilih lintasan atletik sebagai olahraga yang ditekuni. Menjadi pelari jarak pendek.
Pilihan itu sudah dia ambil saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hanya, awalnya dia menekuni nomor lompat jauh.
“Pertama kali ikut kejuaraan itu di Unesa Surabaya, waktu kelas empat SD. Saya dapat medali emas,” aku pemuda asal Kelurahan Manisrenggo ini, Kecamatan Kota ini.
Sejak saat itu, Anugrah pun makin giat berlatih dan mengikuti kejuaraan. Hanya saja, fokus latihannya mulai bergeser. Bukan berlatih lompat jauh lagi. Melainkan lari atau sprint.
“Setelah saya fokus sprint, saya ikut kejurda (kejuaraan daerah) dan kejuaraan lainnya dan dapat emas lagi. Saat SMP juga ikut O2SN (olimpiade olahraga siswa nasional, Red) di Jakarta juga dapat emas. Dari situ saya ditarik ke Jakarta dan saya mau,” cerita pemuda lulusan SMP Negeri 2 Kota Kediri ini.
Demi karirnya, Anugrah pun akhirnya rela meninggalkan Kota Tahu. Dia memilih untuk menempuh pendidikan sekolah menengah atas (SMA) Olahraga yang ada di Jakarta. Mau tak mau, dia pun harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Meski begitu, hal itu tidak menjadi masalah baginya. Pasalnya, dia masih bisa video call.
“Dari kecil emang dari hati ingin jadi atlet yang hebat. Saya sudah punya prinsip itu. Saya sangat ambisius untuk mengejar prestasi,” kata bungsu dari dua bersaudara ini.
Fakta menariknya, Anugrah pernah mencatatkan rekor nasional. Pada kejuaraan nasional (kejurnas) September kemarin, dia mencatatkan rekor nasional 13,38 detik untuk nomor gawang 110 meter U-18. Sementara rekor terbaik sebelumnya adalah 13,44 detik.
“Alhamdulillah bisa pecah rekor nasional,” ucapnya.
Kendati demikian, prestasi yang didapatkan oleh Anugrah tidaklah mudah. Ada perjuangan berat yang harus dilalui. Tidak lain adalah latihan rutin yang harus dijalani berbarengan dengan sekolahnya. Setiap Senin – Sabtu, latihan berlangsung sebanyak dua kali. Pagi dan sore. Lalu programnya pun berbeda-beda setiap harinya.
“Biasanya kalau Senin teknik, sorenya conditioning. Dan rest-nya di hari Minggu. Itu istirahat total. Dan kalau sakit jangan dipaksa,” ungkapnya.
Kabar baiknya, Anugrah mengaku belum pernah mendapatkan cedera serius. Hanya saja, dia pernah mengalami retak pada telapak tangan kirinya. Menurutnya, apa yang dialaminya itu tidak terlalu mengganggu aktivitasnya di dunia atletik.
“Enggak parah, masih bisa latihan,” terangnya sembari menyebut dirinya harus beristirahat selama satu minggu lantaran telapak tangannya yang retak.
Terakhir, Anugrah mengaku masih ingin terus menggeluti karirnya di dunia atletik. Jadwal kejuaraan yang diikutinya pun ada banyak. Usai Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), masih ada kejuaraan lain yang diikuti. Terkini, Anugrah tengah mengikuti ajang SEA Youth yang berlangsung pada 15 – 18 November di Deli Serdang, Medan.
“Saya sama lari udah cinta banget. Tidak mau pindah lagi. Saya akan terus mengejar prestasi,” tandasnya.(*)