Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Megawati Hangestri Jadi Sorotan Media Korea: Akankah Kembali ke Liga Voli Korea?

Jauhar Yohanis • Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:51 WIB

Megawati Hangestri
Megawati Hangestri

JP Radar Kediri-Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi perbincangan hangat di media Korea Selatan. Pemain voli andalan Indonesia itu tengah disorot setelah resmi berpisah dengan klub Turki, Manisa BBSK. Keputusan tersebut memunculkan banyak spekulasi tentang kemungkinan dirinya kembali memperkuat klub Korea, tempat di mana karier internasionalnya mencapai puncak popularitas.

Media Korea menulis dengan nada nostalgia, mengingat kembali masa-masa ketika Megawati menjadi salah satu ikon Liga Voli Korea (V-League). Ia bukan sekadar pemain asing, melainkan figur yang dicintai publik karena karakter, semangat, dan performanya yang konsisten mengagumkan. Kini, dengan aturan baru liga yang lebih fleksibel bagi pemain Asia, rumor kepulangan Megawati pun semakin ramai dibahas.

Jejak Emas di Red Sparks: Dari “Pemain Asing” Jadi “Mega Bintang Indonesia”

Megawati pertama kali bergabung dengan Daejeon Red Sparks (Respak) pada musim 2023–2024. Kehadirannya langsung membawa dampak signifikan. Dalam musim perdananya, ia mencetak 736 poin, menempati peringkat ketujuh pencetak angka terbanyak di liga, serta menjadi salah satu pemain paling efisien dengan akurasi serangan mencapai 43,95 persen.

Namun pencapaian yang paling mengesankan adalah ketika Megawati berhasil membawa Red Sparks menembus babak final untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Momen itu menandai kebangkitan klub sekaligus menjadikan Megawati sebagai simbol harapan baru voli Korea. Publik menjulukinya “Mega Bintang Indonesia”, sebuah pengakuan yang jarang diberikan kepada pemain asing.

Pada musim berikutnya, 2024–2025, performa Megawati bahkan meningkat pesat. Ia menempati peringkat ketiga pencetak poin terbanyak dengan 802 poin dan menjadi pemain dengan efisiensi serangan tertinggi (48,06 persen) di seluruh liga. Dalam beberapa kategori serangan seperti open attack, quick attack, dan back attack, namanya selalu berada di posisi teratas. Prestasi itu membuatnya bukan hanya disegani lawan, tapi juga dikagumi oleh pelatih dan rekan setimnya.

Putus Kontrak di Turki, Spekulasi Baru Muncul

Usai dua musim gemilang di Korea, Megawati memutuskan mencoba tantangan baru bersama Manisa BBSK, klub voli asal Turki. Namun perjalanan di sana tidak berlangsung lama. Dalam sebuah pernyataan resmi, Megawati dan pihak klub mengumumkan pemutusan kontrak atas kesepakatan bersama.

Kabar ini langsung diberitakan oleh sejumlah media olahraga Korea pada siang hari. Mereka menyoroti alasan di balik keputusan tersebut sekaligus membuka kembali diskusi tentang kemungkinan Megawati kembali ke V-League.
Melalui akun Instagram pribadinya, Megawati membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan bahwa perpisahan dilakukan dengan baik.

Banyak penggemar di Korea mengungkapkan kerinduan mereka di media sosial, berharap pemain asal Jember itu bisa kembali bermain di negeri ginseng. “Mega adalah bagian dari sejarah voli Korea,” tulis salah satu komentar yang ramai disukai netizen Korea.

Faktor Keluarga dan Fokus SEA Games 2025

Meski rumor kepulangannya menguat, kenyataannya Megawati tidak bisa langsung kembali bermain di Korea musim ini. Media Korea menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh tidak ikutnya Megawati dalam try-out dan pendaftaran kuota pemain Asia yang digelar pada April lalu.

Selain faktor teknis, keputusan Megawati juga dipengaruhi alasan pribadi yang sangat manusiawi. Ia ingin lebih dekat dengan keluarga, terutama ibunya yang sedang sakit. Kesibukan di luar negeri selama dua musim membuatnya jarang memiliki waktu bersama keluarga di tanah air.

Selain itu, Megawati kini sedang mempersiapkan diri untuk membela Tim Nasional Voli Putri Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, yang akan digelar pada 9–20 Desember 2025. Fokusnya kini sepenuhnya tertuju untuk memberikan prestasi bagi Merah Putih.

Kehadirannya di tim nasional sangat dinanti karena pengalaman internasional yang dimilikinya dinilai bisa membawa perubahan besar bagi skuad Indonesia. Bagi Megawati, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan misi untuk mengangkat martabat voli Indonesia di kancah Asia Tenggara.

Hubungan Dekat dengan Pelatih Ko Hee-jin

Salah satu aspek menarik yang dibahas media Korea adalah hubungan erat Megawati dengan pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin.
Pelatih yang juga mantan pemain nasional Korea itu disebut memperlakukan Megawati seperti anak sendiri. Hubungan keduanya melampaui batas profesional antara pelatih dan pemain.

Ko Hee-jin bahkan datang langsung ke Indonesia pada Juli lalu untuk menghadiri pernikahan Megawati dengan Dion, sebuah tindakan yang jarang dilakukan pelatih terhadap pemain asing. Media Korea menyebut hubungan ini sebagai “ikatan yang hangat dan langka dalam dunia olahraga profesional.”

Kedekatan itu pula yang membuat banyak pengamat percaya bahwa pintu Red Sparks akan selalu terbuka bagi Megawati jika suatu saat ia memutuskan kembali ke V-League. Klub dan penggemar disebut masih menyimpan rasa emosional terhadap sang bintang Indonesia.

Perubahan Regulasi Buka Peluang Baru

Menariknya, mulai musim depan, Liga Voli Korea akan memberlakukan aturan baru bagi pemain Asia. Dalam sistem yang diperbarui, pemain Asia tidak lagi diwajibkan mengikuti draft seperti tahun-tahun sebelumnya. Klub kini dapat langsung menegosiasikan kontrak dengan pemain yang diinginkan.

Perubahan ini memberikan keuntungan besar bagi pemain berpengalaman seperti Megawati. Tanpa harus melewati proses seleksi panjang, ia bisa langsung menandatangani kontrak jika ada klub yang tertarik merekrutnya.

Media Korea memperkirakan bahwa banyak klub akan berlomba-lomba mendatangkan Megawati, mengingat prestasi dan popularitasnya yang masih tinggi. Bahkan sumber internal di Red Sparks menyebut bahwa “hubungan baik antara klub dan Megawati membuat kerja sama di masa depan sangat mungkin terjadi.”

Red Sparks Masih Terkesan dengan Sosok Mega

Meski Megawati sudah lama meninggalkan Korea, pengaruhnya masih terasa di dalam tim. Beberapa pemain Red Sparks yang dulu satu tim dengannya dikabarkan masih sering berkomunikasi dengan Mega.
Pelatih Ko Hee-jin dalam wawancaranya pernah mengatakan bahwa kehadiran Mega “membawa energi positif luar biasa” bagi tim, baik di dalam maupun luar lapangan.

Selain kemampuan teknik, sikap rendah hati dan kerja kerasnya juga meninggalkan kesan mendalam. “Ia datang bukan hanya untuk bermain, tetapi untuk belajar dan memberi,” ujar Ko Hee-jin. “Itu yang membuatnya berbeda.”

Kini, dengan Red Sparks yang sedang berjuang di papan tengah klasemen, publik mulai berspekulasi: mungkinkah mereka membutuhkan “Mega Effect” lagi untuk mengembalikan kejayaan?

Menanti Keputusan Sang Mega Bintang

Untuk saat ini, Megawati masih berada di Indonesia, fokus pada pemulihan cedera ringan dan pemantapan latihan bersama timnas.
Ia belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depannya di klub luar negeri. Namun, dari berbagai pemberitaan dan sumber internal, peluang untuk kembali ke Korea tetap terbuka sangat lebar.

Keputusan sepenuhnya berada di tangan Megawati. Jika ia memilih kembali, bukan hanya Red Sparks, tetapi sejumlah klub lain diyakini siap memberikan tawaran kontrak menarik. Namun jika ia memilih tetap di Indonesia atau menjajal liga lain, kariernya tetap akan menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda.

Bagi para penggemar voli, sosok Megawati Hangestri bukan sekadar atlet berprestasi, tetapi simbol dedikasi, kerja keras, dan cinta terhadap tanah air. Dari lapangan di Korea hingga panggung SEA Games, kiprahnya membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersinar di level dunia.

Satu hal pasti: ke mana pun langkahnya berikutnya, Megawati tetaplah “Mega Bintang” kebanggaan Indonesia.

Editor : Jauhar Yohanis
#Megawati Hangestri