KEDIRI, JP Radar Kediri- Skateboard menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Sementara di Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun lalu, skateboard sudah berstatus ekshibisi.
Artinya, olahraga ini semakin mendapatkan tempat di ajang olahraga bergengsi di Indonesia. Sayang, belum banyak atlet bermunculan.
Deka Maulana adalah satu-satunya atlet skateboard Kabupaten Kediri yang turun pada ajang porprov tahun ini.
Dirinya pun sukses membawa pulang medali emas untuk Bumi Panjalu. Hanya saja, dia tak bisa lagi mengikuti ajang porprov selanjutnya lantaran terganjal aturan batas usia.
Mirisnya, atlet skateboard yang siap untuk kompetisi resmi masih belum tampak hingga saat ini.
"Tetapi saat ini saya sedang mengusahakan untuk menyiapkan bibit-bibit atlet dari Kediri," kata pemuda berusia 20 tahun ini.
Menurutnya, Kediri memiliki potensi untuk melahirkan atlet-atlet skateboard. Bukan tanpa sebab.
Pasalnya, para skateboarder di Kediri mulai aktif lagi mengasah kemampuannya. Hal itu terlihat dari arena skate di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) yang mulai ramai lagi.
Tak hanya itu, beberapa anak juga sudah mulai memberanikan mengikuti kompetisi-kompetisi secara mandiri di luar kota.
"Ada perkembangan sedikit-sedikit. Pesannya untuk anak-anak skateboard harus konsisten, kalau bisa latihan setiap hari, dan kalau ada kompetisi ikut aja entah itu menang atau tidak," tandasnya.
Menariknya, olahraga ini sepertinya mulai eksis di Kediri. Buktinya, Pasar Setonobetek Kota Kediri mendadak jadi arena skateboard pada Minggu (17/8).
Para skateboarder pun unjuk kebolehannya. Meski jatuh hingga berguling-guling, mereka tetap bangun dan bermain lagi.
Daniar Yuda, selaku penanggung jawab acara mengatakan ada puluhan skateboarder yang turut serta dalam acara ini.
Mereka datang dari Tulungagung, Malang, hingga Surabaya. Dalam acara ini, ada beberapa trik yang pertandingkan. Mulai dari high ollie hingga hippie jump.
"Kami berharap bisa menyelenggarakan kegiatan semacam ini lagi dengan skala yang lebih besar," harapnya.
Editor : Andhika Attar Anindita