JP Radar Kediri-New Orleans, 19 Juli 2025 – Dunia MMA harus mengucapkan salam perpisahan kepada salah satu sosok petarung paling disegani, Dustin “The Diamond” Poirier.
Dalam laga penutup kariernya di ajang UFC 318, Poirier berhadapan dengan Max Holloway dalam perebutan sabuk prestisius BMF. Meski kalah lewat keputusan angka, Poirier menyudahi perjalanannya di oktagon dengan penuh kehormatan.
Pertarungan Terakhir di Panggung Tertinggi
Dalam duel penuh gengsi tersebut, Poirier harus mengakui keunggulan Holloway dengan skor juri 49–46, 49–46, dan 48–47. Meski gagal menang, ia tampil dengan keberanian khasnya dan memperlihatkan karakter petarung sejati yang tak gentar sampai akhir.
“Saya tidak menyesali hasil ini. Saya telah memberikan segalanya. Sekarang waktunya berhenti,” tutur Poirier seusai pertarungan.
Jejak Prestasi dan Pencapaian
Poirier menutup karier profesionalnya dengan rekor 30 kali menang, 10 kali kalah, dan 1 no contest. Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya adalah saat meraih gelar juara interim kelas ringan UFC setelah mengalahkan Max Holloway pada 2019.
Nama-nama besar yang pernah ia taklukkan di antaranya:
- Conor McGregor (dua kali)
- Justin Gaethje
- Michael Chandler
- Eddie Alvarez
- Benoit Saint Denis
Meski belum pernah meraih gelar juara dunia sepenuhnya, publik luas dan banyak rekan petarung tetap menganggapnya sebagai sosok juara sejati.
Ucapan Hormat dari Dunia MMA
Karier gemilang Poirier mendapat sambutan hangat dari komunitas MMA. Petarung top seperti Israel Adesanya menyatakan bahwa:
“Dia adalah juara, meski tidak pernah memegang sabuk utama sekalipun.”
Poirier pun mendapatkan perpisahan spesial, termasuk saat ia masuk ke arena diiringi oleh rapper ternama Lil Wayne, menandai betapa besarnya pengaruh dan rasa hormat terhadap dirinya.
Fokus ke Keluarga dan Kehidupan Baru
Keputusan pensiun Poirier bukan hanya karena kekalahan semata, tetapi juga karena komitmennya untuk menjaga kesehatan dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Ia ingin meninggalkan dunia pertarungan saat masih dalam kondisi prima, tanpa harus menunggu hingga dipaksa mundur oleh usia atau kondisi fisik.
“Saya ingin pensiun saat saya masih sehat dan bisa menjalani hidup normal sebagai ayah dan suami.”
Penutup
Meski telah melepas karier sebagai petarung, warisan Dustin Poirier akan tetap melekat dalam sejarah UFC. Ia adalah contoh nyata bahwa gelar bukan satu-satunya tolok ukur kejayaan—keberanian, konsistensi, dan integritas justru menjadi penilaian utama. Dari jalanan Lafayette hingga pentas utama UFC, Poirier telah membuktikan bahwa perjuangan dan dedikasi bisa menciptakan kisah yang abadi.
Selamat menjalani hidup baru, Dustin. Dunia MMA tak akan melupakanmu.
Author : Muhammad Farhansyah - PSDKU Polinema