JP Radar Kediri – Dunia MotoGP kembali memanas, kali ini bukan hanya karena persaingan di lintasan, tapi juga strategi teknis tim-tim pabrikan.
Ducati, yang selama ini dikenal dominan dengan motor Desmosedici-nya, tak sadar justru membuka celah bagi rival-rivalnya untuk berkembang.
Dua mantan teknisi kunci Ducati kini berlabuh ke Yamaha dan Aprilia, membawa serta ilmu dan "rahasia dapur" tim merah asal Italia itu.
Fabio Quartararo, jagoan Yamaha, kembali menunjukkan performa cemerlang di Sirkuit Jerez.
Rider asal Prancis itu berhasil menembus podium, suatu pencapaian yang musim lalu terasa jauh dari jangkauan.
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Di balik layar, ada nama Max Bartolini, mantan teknisi Ducati yang kini menjadi Direktur Teknis Yamaha.
Bartolini membawa pendekatan baru dalam pengembangan mesin, aerodinamika, hingga strategi elektronik motor M1.
“Saat Bartolini datang, arah pengembangan motor langsung berubah. Dia tahu kelemahan Ducati, dan dia tahu cara menyainginya,” ujar sumber internal Yamaha yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Aprilia juga diam-diam melakukan langkah serupa. Mereka merekrut Fabiano Sterlacchini, eks petinggi teknis Ducati, yang kini memegang posisi penting dalam proyek pengembangan motor RS-GP.
Sterlacchini dikenal sebagai salah satu arsitek evolusi teknologi Ducati selama satu dekade terakhir.
Kini, dia ditugaskan membangun Aprilia menjadi penantang serius di barisan depan MotoGP.
Sterlacchini diyakini menjadi orang di balik strategi Aprilia mendekati Jorge Martin, pembalap yang tengah naik daun dan sempat digadang-gadang menjadi suksesor Francesco Bagnaia di tim pabrikan Ducati.
Di sinilah pengalaman para eks-Ducati menjadi kunci emas.
Kini, pertanyaannya adalah, apakah pengetahuan para mantan teknisi Ducati benar-benar bisa membawa kejayaan baru bagi tim rival? Ataukah Ducati masih punya kartu rahasia lain yang belum dibuka?
MotoGP musim ini pun semakin seru untuk diikuti.
Semua mata tertuju pada bagaimana Yamaha dan Aprilia memanfaatkan "warisan teknis" Ducati demi merebut kembali kejayaan yang sempat hilang.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis