JP Radar Kediri- Megawati Hangestri Pertiwi merupakan salah satu pemain paling disorot dalam Liga Voli Korea 2024-2025.
Meskipun demikian ia tidak masuk ke dalam salah satu pemain terbaik di lita tersebut dan membuat kualitas draft kuota asia 2025-2026 menjadi tersorot.
Liga Voli Korea 2024-2025 telah resmi selesai dengan hasil akhir Megawati berhasil membaws tim Red Sparks ke dalam final.
Sayang JungKwanJang Red Sparks belum berhail meraih gelar juara dalam liga tersebut.
Setelah liga voli Korea tersebut selesai, pemain asal Jember, Jawa Timur itu langsung memutuskan untuk kembali ke tanah air dan tidak melanjutkan kontrak.
Volimania menjadi sedih dengan keputusan yang diambil Megawati ini, namun mereka tetap mendukung keputusan Megawati karena kembali ke Indonesia untuk merawat ibunya.
Hal ini sangat disayangkan karena dalam dua musim inj Megawati gelah menjadi pemain penting dalam mengisi pos opposite di tim besutan Ko Hee jin.
Pada mudin keduanya, atau musim terakhir bersama tim Red Sark. Megawati membawa prestasi dari tahun sebelumnya dengan lolos ke final.
Penain berusia 25 tahun tersebut nyaris mencetak 'reverse swap' melawan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.
Hingga menuntaskan lima pertandingan final sebelum kalah 2-3 dari Punk Spiders, Megawati berhaskl mencetak total 1.030 poin untuk Red Sparks.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah DPD RI La Nyalla di Surabaya, Dugaan Korupsi Dana Pokmas Pemprov Jatim 2021–2022
Sayangnya Megawati kalah bersaing dengan andalan GS Caltex Seoul KIXX. Gyselle Silva yang akhirnya terpiluh sebagai opposite terbaik.
Hal ini sangat ironi, karena Gyselle Silva sendiri tidak berhasil membawa timnya ke babak play-off.
Sementara MegWati berhasil menyabet dua kali MVP putaran pada fase regylee Liga Korea Voli Korea 2024-2025.
Di sisi lain, Silva sendiri juga barhasil memberikan statistok yang mengesankan denga menduduki peringkat pertama top skor fase reguler dengan 1008 poin.
Dia melebihi Megawati yang duduk di peringkat ketiga melalui total 802 poin sepanjang fase reguler.
Meskipun Megawati tak masuk penain terbaik, Red Spark berhasil membaws dua penainnya dalam penghargaan ibi yaitu Vanja Bukilic dan Hye-Seaon.
di sisi lain, selurug gik sudah memilih hbtuk mengisi draft kuota Asia pada hari Jumat (11/4).
akan tetapi, draft kuota asia untuk musim 2025-2025 ini mengubndang sorotan dari salah satu media Korea Selatan.
Dalam sebuah tulisannya, mereka tak segan menilai draft pemain asia tidak ada yang sebanding dengan Megawati.
"Tidak ada yang selevel Mega untuk kuota Adi," tulis Sports Khan.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira