Skenario Kim Yeon-koung mengangkat merayakan pensiun dengan mengankat trofi di kandang Red Sparks gagal total. Seperti diketahui, leg 3 dan 4 final liga voli Korea dimenangkan tuan rumah dengan penuh drama.
Kendati didera cedera, para pemain Red Sparks tidak mengendorkan perlawanan. Dalam dua pertandingan itu mereka menang dengan skor set 3-2.
Kesalahan Marcello Abbondanza
Menurut media di Korea, termasuk Naver, memberitakan bahwa fans Pink Spider menyalahkan kepemimpinan Abbodanza.
Memang selama kepemimpinan Abbodanza, Pink Spider selalu masuk babak final. Tetapi belum pernah menang sebagai juara.
Bahkan pada final kali ini (2024-2025) ada kekhawatiran kejadian tahun 2023 lalu terulang. Saat final malawan Hi Pass. Di mana Pink Spider menang di dua laga pertama dan kalah di 3 laga berikutnya.
Fans Pink Spider mengomentari tentang materi pemain yang tidak berubah. Strategi pun dianggap tetap. Kondisi ini menjadikan tim lawan mudah mempelajarinya.
Menurut mereka, keberhasilan Pink Spider menjuarai babak regular bukan karena kepemimpinan Abbodanza. Tetapi karena skil dan kekompakan pemain yang berpusat pada Kim Yeon-koung.
Cara pelatih mendorong para pemain juga disorot oleh pendukung Pink Spider. Mereka memuji Ko Hee-jin saat Red Sparks tertinggal 7-10 di set kelima.
Pelatih Ko menyemangaati anak asuhnya dengan berkata, “Masih banyak peluang”. Akhirnya Red Sparks membalikkan keadaan dengan mencetak 5 poin beruntun.
Dalam pertandingan leg ketiga dan keempat lalu, Red Sparks memang berusaha sekuat tenaga membendung Kim Yeon-koung merayakan kemanangan di kandangnya.
Seperti dikatakan Yeom Hye-seon, kapten Red Sparks, dia tidak rela kemenangan Pink Spider dirayakan di Chungmu Gymnasium. Ia pun mengatakan bahwa Sekarang Red Sparks menjadi tokoh utama.
Sekarang, menurut setter terbaik Korea tersebut, kedua tim mempunyai kesempatan yang sama. Red Sparks akan main habis-habisan dan menjadi juara.
Dua tim sama-sama kelelahan
Kondisi finalis liga voli Korea saat ini sama-sama kelelahan. Mereka telah bertanding 4 kali dengan jeda istirahat antar pertandingan cuma sehari.
Red Sparks lebih parah lagi. Sejak play off, mereka telah bermain 7 kali dengan istirahat antar pertandingan cuma sehari. Tetapi bisa juga ini sebaliknya. Para pemain justru telah terlatih.
Beda dengan Pink Spider. Saat ini Kim Yeon-koung dan kawan-kawan bisa jadi berada di puncak kelelahan. Hal ini bisa dilihat dari leg ke-4 kemarin (6/4/2025). Mereka sering kehilangan fokus. Terutama pada set penentuan, set kelima.
Laga penentuan hari ini merupakan laga hidup mati. Kedua tim sama-sama menargetkan juara.
Diberitakan, warga Indonesia di Korea sudah banyak yang tidak kebagian tiket. Tiket sudah habis sejak hari Senin kemarin (7/4/2025)
Pertandingan hari ini akan digelar di Incheon Gymnasium, kandang Pink Spider pada pukul 17.00 WIB.
Editor : Jauhar Yohanis