Mereka beradu strategi dan taktik untuk membobol gawang lawannya. Permainan 2x45 menit ini menjadi kian menarik ketika salah satu tim sukses menceploskan bola ke gawang.
Di sinilah, luapan kegembiraan dirayakan pemain yang mencetak gol dan rekan-rekannya. Dulu, ketika sepak bola baru dikenal sebagai olahraga, selebrasi merayakan gol hanya dipandang sebagai remah-remah dari permainan sepak bola.
Namun, kini situasinya berubah 180 derajat. Terutama saat sepak bola tidak hanya dianggap sebagai olahraga, tetapi juga entertainment.
Selebrasi usai mencetak gol sendiri sekarang menjadi bagian dari pertunjukan sepak bola. Bahkan, ada pemain yang mematenkan selebrasinya, sehingga jika ada pemain lain yang meniru, mereka wajib membayar royalti.
Di artikel ini, ada 10 mantan striker dunia yang punya selebrasi ikonik hingga namanya jadi trademark di sepak bola.
Siapa saja mereka?
1. Vicenzo Montella - The Little Airplane
Vicenzo Montella mengenalkan pertama kali selebrasi ikoniknya ketika bermain untuk Sampdoria di Serie A musim 1996/1997.
Usai membobol gawang lawannya, Montella membentangkan dua tangannya sambil berlari sehingga menyerupai pesawat yang sedang terbang.
Oleh penggemar dan media, selebrasi Montella disebut dengan Aeroplanino atau The Little Airplane (pesawat kecil).
Selebrasi pesawat kecil pria kelahiran Italia yang kini melatih Timnas Turki ini semakin familiar saat membela AS Roma pada 1999-2009. Saking ikoniknya, kini banyak pemain sepak bola muda yang menirukan selebrasi ala Montella.
2. Bebeto - Gendong Bayi
Sebelum diikuti banyak pemain masa kini, selebrasi dengan gerakan menggendong bayi sudah melekat pada mantan striker Brasil, Bebeto.
Bebeto pertama kali melakukan selebrasi ini ketika tampil di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat. Di perempatfinal, Brasil bertemu Belanda. Di laga tersebut, Tim Samba berhasil menundukkan Belanda dengan skor 3-2.
Bebeto yang mencetak gol kedua Brasil kemudian melakukan selebrasi menggendong bayi. Diketahui, selebrasi tersebut memang didedikasikan untuk sang anak, Mattheus, yang baru lahir di malam sebelum pertandingan menentukan tersebut.
Saat ini, selebrasi menggendong bayi kerap dipakai pemain lain ketika anak mereka baru lahir.
3. Kaka - Mengangkat Dua Tangan
Tidak ada pemain sepak bola sereligius Ricardo Kaka. Kaka tidak hanya berbakti kepada Tuhan ketika di gereja saja.
Di atas lapangan hijau, Kaka mengekspresikan cintanya kepada Tuhan lewat selebrasi gol. Ketika membela AC Milan, Kaka kerap mengangkat dua tangannya usai mencetak gol.
Gerakan itu merupakan tanda bersyukur kepada Tuhan karena berhasil membobol gawang lawan dan membantu tim meraih kemenangan. Saking dekatnya dengan Tuhan, di suatu kesempatan, Kaka pernah menuliskan kaos dalamnya dengan tulisan "I Belong to Jesus". Selebrasi khas Kaka ini beberapa kali diikuti pemain megabintang Lionel Messi.
4. Obafemi Martins - Salto Akrobatik
Barangkali inilah selebrasi yang paling sulit ditiru oleh pemain lain. Hanya Obafemi Martins yang bisa melakukannnya.
Bagaimana tidak, pemain asal Nigeria ini selalu merayakan golnya dengan melakukan salto beberapa kali yang membentuk gerakan akrobatik. Saking terampilnya, gerakan salto Obafemi Martins bisa disejajarkan dengan atlet senam indah
Martins yang hanya punya tinggi 170 sentimeter ini memang dikenal sebagai striker yang lincah. Dia pernah memperkuat beberapa klub besar di Eropa, seperti Inter Milan dan Newcastle United.
5. Luca Toni - Crazy Hand
Luca Toni terkenal dengan selebrasi ikoniknya yang memutar-mutar telapak tangan di sebelah telingan kanannya.
Selebrasi ini disebut dengan Crazy Hand. Setiap mencetak gol, Luca Toni selalu melakukan selebrasi ini diikuti dengan senyum lebar dan kibasan rambut panjangnya.
Meski mudah dilakukan, sepertinya selebrasi Crazy Hand hanya cocok dipakai Luca Toni. Posturnya yang tinggi besar dengan wajah Italiano yang khas, membuat Crazy Hand tampak berwibawa jika mantan Bayern Munchen dan Fiorentina ini yang memeragakannya.
6. Peter Crouch - Robot
Ada yang mengatakan, selebrasi robot Peter Crouch terkesan norak dan konyol. Namun, nyatanya selebrasi yang menggerakkan tangan seperti robot ini menjadi legendaris di dunia sepak bola.
Crouch mengenalkan selebrasi robot ketika mencetak gol bagi Inggris di Piala Dunia 2006 melawan Jamaika.
Selanjutnya, pemain yang kurus dengan tinggi menjulang ini terus menggunakan selebrasi robot ketika membela Liverpool, Portsmouth, Tottenham Hotspur dan Stoke City di Premier League.
7. Roger Milla - Goyang Milla
Bagi pecinta sepak bola, teruma ajang Piala Dunia, semua pasti ingat dengan nama Roger Milla.
Pemain asal Kamerun ini punya selebrasi ikonik. Usia mencetak gol, Roger Milla kemudian berlari ke sudut lapangan dan menari dengan tangan kanan di atas, sementara tangan kiri memegang pinggul dan pantat bergoyang.
Roger Milla tidak hanya dikenal dengan selebrasinya yang khas. Pemain yang pernah merumput di Liga Indonesia ini tercatat memegang rekor sebagai pencetak gol tertua di Piala Dunia saat usianya memasuki 38 tahun.
8. Gabriel Batistuta - Senapan Mesin
Sepak bola Italia pernah mengakui Gabriel Batistuta sebagai striker paling hebat di Serie A.
Ketika membela Fiorentina, pemain asal Argentina ini identik dengan selebrasi ikonik senapan mesin.
Setelah membobol gawang lawannya, Batistuta akan melakukan gerakan tangan seolah sedang menembak dengan cara membabi-buta.
Selebrasi tersebut memang sangat cocok untuk Batistuta yang punya tendangan geledek setiap mencetak gol. Bola yang ditendang seperti peluru yang dilepaskan oleh senapan. Kini, selebrasi Batistuta banyak ditiru pemain lain. Salah satunya adalah Edinson Cavani.
9. Alan Shearer - Mengangkat Tangan Kanan
Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari selebrasi Alan Shearer ini. Usai mencetak gol, Shearer hanya mengangkat tangan kanannya sambil berlari.
Selebrasi itu menjadi legendaris karena Shearer selalu melakukannya dan terus mengulanginya berkali-kali setiap mencetak gol.
Baik untuk klubnya Newcastle United maupun Timnas Inggris. Apalagi seperti yang kita tahu, Alan Shearer adalah striker tajam di masanya. Dia bisa mencetak belasan hingga puluhan gol di Premier League setiap musimnya.
Bayangkan, dengan cara yang sama, berapa kali Shearer melakukan selebrasi ikonik itu. Bahkan, juniornya di Timnas Inggris, Harry Kane pernah meniru selebrasi ala Shearer hingga meminta izin langsung kepada si empunya.
10. Alessandro Del Piero - Menjulurkan Lidah
Selama membela Juventus, Alessandro Del Piero identik dengan selebrasi menjulurkan lidah.
Wajah tampannya memang sangat pas dengan selebrasi tersebut. Apalagi Del Piero kerap membuat gol indah di Serie A maupun Liga Champions.
Di musim ini, Del Piero sudah punya pewaris bernama Kenan Yildiz di Juventus. Pemain muda asal Turki ini bukan saja mewarisi kemampuan Alex -sapaan Del Piero- dalam mencetak gol. Lebih dari itu, Yildiz juga meniru selebrasi menjulurkan lidah ala Del Piero.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah