JP Radar Kediri – Nama Shayne Pattynama makin dikenal oleh pecinta sepak bola Indonesia sejak resmi menjadi bagian dari skuad Garuda. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini ternyata memiliki kisah menarik yang jarang diketahui banyak orang, salah satunya adalah fakta bahwa ia memiliki darah Ambon dari sang ayah.
Shayne Elian Jay Pattynama lahir di Lelystad, Belanda, pada 11 Agustus 1998. Meski besar di Eropa dan lama berkarier di klub-klub Belanda serta Norwegia, darah Indonesia mengalir kuat di dirinya. Sang ayah berasal dari Maluku, tepatnya Ambon, sementara ibunya berdarah Belanda asli.
Koneksi keluarga itulah yang membuat Shayne tidak ragu untuk menerima tawaran naturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Dalam beberapa wawancara, ia kerap menyebut Ambon sebagai "rumah kedua" dan tak sabar ingin lebih sering pulang kampung ke sana.
Menariknya, Pattynama merupakan produk akademi sepak bola Belanda yang terkenal ketat dan kompetitif. Ia sempat menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam sebelum melanjutkan karier di Jong Utrecht, SC Telstar, dan Viking FK di Liga Norwegia.
Meski lahir dan besar di Eropa, Shayne tumbuh dengan cerita-cerita Indonesia di rumahnya. Ia juga mengaku sering mendengarkan musik Ambon dari kecil, membuatnya merasa dekat dengan budaya Maluku.
Baca Juga: Joey Pelupessy Gelandang Handal Timnas Indonesia, Ini lho Profilnya
Perjalanan Shayne menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tidaklah instan. Proses administrasi sempat memakan waktu lebih lama dari perkiraan, namun berkat dukungan PSSI dan antusiasme fans, ia resmi menjadi WNI pada awal 2023. Kini, ia menjadi salah satu andalan di lini belakang Timnas, dikenal dengan permainan ngotot, operan akurat, serta semangat pantang menyerah.
Selain kemampuan di lapangan, Shayne juga dikenal dekat dengan fans. Ia tak sungkan membalas pesan-pesan dari suporter di media sosial dan beberapa kali terlihat menikmati makanan khas Indonesia saat berada di Tanah Air, mulai dari nasi goreng sampai papeda khas Maluku.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira