KEDIRI, JP Radar Kediri - Angkat besi menjadi cabang olahraga (cabor) unggulan KONI Kota Kediri.
Atletnya selalu berprestasi dan sudah menjadi langganan juara. Bahkan, atlet nasional pun ada yang memulai karirnya dari Kota Kediri.
Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, cabor angkat besi dibebankan meraih medali paling besar.
Targetnya 15 medali emas, 12 medali perak, dan 16 medali perunggu. Sementara, jumlah atlet yang akan diberangkatkan sebanyak 15 anak.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri Eko Agus Koko mengaku optimistis bisa meraih target tersebut.
Kebetulan dia merupakan pelatih angkat besi tersebut. Demi meraih target, dia meminta atletnya terus bekerja keras dalam latihan.
"Pelatih harus punya strategi, sudah saya laksanakan sejak dari dulu," katanya. Aturan yang diberlakukan itu bukan tanpa alasan.
Dia lalu menjelaskan bahwa pelaksanaan porprov selalu dilangsungkan setelah lebaran. Jika latihan dikendurkan di bulan Ramadan, persiapan yang dilakukan selama dua tahun belakang akan sia-sia.
Pasalnya, dalam cabor angkat besi yang paling dibutuhkan adalah kekuatan fisik. Menurutnya, mengganti jadwal latihan bukan solusi yang tepat.
“Untuk puasa satu bulan, grafiknya otot itu pasti menurun. Untuk menaikkan lagi itu pelan, sedangkan satu bulannya lagi udah porprov,” jelasnya.
Selain kekhawatiran fisik atlet yang menurun, Koko juga takut atletnya tidak bisa menjaga pola makan. Pasalnya saat hari raya, ada begitu banyak makanan yang bisa memengaruhi kondisi atlet.
Karena tak mungkin mengontrol satu per satu atletnya, dia tak merubah program latihan di bulan Ramadan.
Setidaknya, kondisi atlet tidak menurun secara drastis. “Prestasi turun itu kan cepet sekali, tapi kalau naik kan susah. Harus pelan-pelan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita