Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Liga 1 Sudah Mirip Serie A, Klub Tidak Harus Punya Stadion Sendiri, Ini Alasan Klub-klub Italia

Radyan Fahmi Asshidqi • Jumat, 7 Maret 2025 | 22:37 WIB
Stadion San Siro yang digunakan beberapa tim Serie A yang tidak memiliki stadion sendiri.
Stadion San Siro yang digunakan beberapa tim Serie A yang tidak memiliki stadion sendiri.

JP Radar Kediri - Serie A Italia pernah menjadi salah satu liga terbaik di dunia, tim legendaris seperti Inter dan AC Milan sudah sering menorehkan prestasi di tingkat Eropa dan dunia.

Tetapi ada satu masalah yang masih menjadi perhatian, minimnya klub Liga Italia yang memiliki stadion sendiri. Berbeda dengan klub Liga Inggris yang mayoritas memiliki stadionnya sendiri.

Hal ini juga mengingatkan dengan kondisi tim Indonesia di Liga 1, tidak semua klub memiliki stadionnya sendiri dan harus menyewa untuk menggelar sebuah pertandingan setiap musimnya.

Pada era 1980-an hingga awal 2000-an, Serie A Italia masih menjadi pusat perhatian sepak bola dunia. Namun, pasca kasus Calciopoli pada 2006, liga ini mengalami penurunan prestasi di kancah Eropa.

Salah satu faktor yang berkontribusi adalah kurangnya investasi klub dalam infrastruktur, termasuk kepemilikan stadion sendiri. Hingga kini, hanya empat klub Serie A yang memiliki stadion pribadi: Juventus, Sassuolo, Atalanta, dan Udinese.

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide Sesalkan Kartu Merah Kiko Carneiro

Andrea Agnelli, mantan presiden Juventus, menyoroti bahwa memiliki stadion sendiri memberikan keuntungan finansial dan operasional bagi klub. Ia mencontohkan Juventus yang merobohkan Stadio delle Alpi untuk membangun Allianz Stadium pada 2011, yang kini menjadi sumber pendapatan signifikan.

Agnelli juga mengkritisi AC Milan dan Inter Milan yang masih berbagi Stadion San Siro, mengingat kota-kota besar lainnya seperti Manchester dan Liverpool memiliki stadion terpisah untuk masing-masing klub.

Namun, membangun stadion baru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di Italia, proses pembangunan stadion menghadapi hambatan birokrasi, regulasi ketat terkait bangunan bersejarah, dan resistensi politik. Hal ini menyebabkan proyek stadion baru sering tertunda atau bahkan batal. Di Indonesia, kendala finansial dan regulasi menjadi hambatan utama bagi klub untuk memiliki stadion sendiri.

Baca Juga: Persik Kediri Disurati PT LIB terkait Kondisi Stadion Brawijaya, Bakal Pindah Kandang?

Ketergantungan pada stadion milik pemerintah atau pihak lain seringkali membatasi klub dalam memaksimalkan pendapatan dari hari pertandingan, seperti penjualan tiket, merchandise, dan hak penyewaan. Selain itu, keterbatasan kontrol terhadap jadwal dan pemeliharaan stadion dapat mempengaruhi performa tim dan pengalaman penonton.

Editor : Jauhar Yohanis
#liga 1 #timnas #liga 1 indonesia #Seri A Italia