JP Radar Kediri - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Kevin Diks, akan menghadapi tantangan besar saat timnya, FC Copenhagen, bertemu Chelsea di babak 16 besar UEFA Conference League. Duel leg pertama ini akan digelar di Parken Stadium, Jumat (7/3/2025) dini hari WIB.
The Blues datang dengan status unggulan, tapi performa mereka yang naik-turun membuat laga ini diprediksi berlangsung sengit. Chelsea memang tim yang lebih besar di atas kertas, tapi performa mereka belakangan ini jadi sorotan.
Baca Juga: Kepa Arrizabalaga Ogah Balik, Chelsea Tak Akan Cari Kiper Baru untuk Gantikan Sanchez dan Jorgensen
Skuad asuhan Enzo Maresca sempat terpuruk setelah mengalami dua kekalahan beruntun di Premier League dari Brighton (0-3) dan Aston Villa (1-2). Hasil buruk itu membuat tekanan semakin besar di kubu The Blues.
Namun, Chelsea mulai bangkit dalam pertandingan terakhirnya dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Southampton. Hasil tersebut sedikit meredakan tekanan dan meningkatkan kepercayaan diri tim jelang lawatannya ke Denmark.
Baca Juga: Setiap Tim yang Melawan Chelsea Dilarang Pakai Kaus Kaki Putih saat ke Stamford Bridge
Kendati demikian, masalah inkonsistensi masih membayangi The Blues, dan Copenhagen bisa saja memanfaatkan celah itu. Di sisi lain, FC Copenhagen datang ke laga ini dengan modal apik. Tim asal Denmark ini tampil solid di fase sebelumnya dengan menyingkirkan Heidenheim lewat agregat 4-3.
Salah satu pemain yang jadi sorotan adalah Kevin Diks. Bek berusia 28 tahun ini menjadi andalan di lini pertahanan Copenhagen sekaligus punya kemampuan mencetak gol dari situasi bola mati.
Dalam perjalanan mereka di Conference League, Copenhagen menunjukkan kekuatan di kandang. Dari sembilan laga terakhir di Parken Stadium, mereka hanya kalah sekali. Faktor ini bisa menjadi keuntungan besar bagi mereka saat menjamu Chelsea.
Baca Juga: Mitos dan Fakta Stadion Anfield Milik Liverpool
Secara strategi, pertandingan ini akan menjadi ujian bagi kedua tim. Copenhagen cenderung bermain disiplin dengan blok pertahanan rendah dan mengandalkan serangan balik cepat. Kombinasi Diks di lini belakang dan kreativitas lini serang bisa menjadi kunci bagi tim Denmark.
Di sisi lain, Chelsea kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola. Enzo Maresca perlu memastikan lini serangnya tampil efektif, terutama dalam menembus pertahanan Copenhagen yang dikenal solid. Jika kembali tampil inkonsisten, The Blues bisa mendapat kejutan dari tim tuan rumah.
Baca Juga: Miris! Kini Karyawan Manchester United Tak Dapat Jatah Makan Siang Imbas Efisiensi Klub
Chelsea memang difavoritkan, tapi mereka tak bisa meremehkan Copenhagen, terutama di kandang lawan. Kevin Diks dan rekan-rekannya siap memberikan perlawanan sengit dan memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan The Blues.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian