KEDIRI, JP Radar Kediri – Ada banyak tantangan yang harus dihadapi atlet-atlet di Kediri. Tak hanya dari eksternal. Namun juga internal.
Salah satunya datang dari sarana dan prasarana (sarpras) latihan. Sebagian besar kondisinya relatif memprihatinkan.
Padahal, kelayakan sarana dan prasarana ini sangat penting bagi atlet. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri Eko Agus Koko tidak menampik hal itu.
Baca Juga: Klasemen Liga Voli Korea Setelah Red Sparks Mengalahkan GS Caltex 3-0 Hari Ini (22/2/2025)
Bahkan, keluhan terkait fasilitas tersebut sering datang kepadanya. “Fasilitas mohon maaf seperti semula. Dari sarpras, alat, atau apapun itu masih sangat sederhana, kurang.
Apa yang ada kami gunakan semaksimal mungkin agar tetap berprestasi,” ujar pria yang akrab disapa Koko ini.
Dia menjelaskan bahwa pemenuhan sarpras tidak bisa langsung dipenuhi oleh KONI. Faktor utamanya tidak lain adalah karena keterbatasan anggaran.
Menurutnya, upaya yang bisa dilakukan oleh pihaknya adalah memperbaiki atau melakukan penggantian. Terutama alat yang tidak membutuhkan anggaran besar.
“Kan ada dana cabor. Mungkin itu yang untuk sementara bisa dilakukan apa. Misalkan yang sangat urgent (angkat besi, red), besinya rusak. Mungkin dibantu beberapa persen yang penting bisa dilakukan latihan,” jelasnya.
Untuk diketahui, beberapa kondisi sarana prasarana untuk cabor-cabor di Kota Tahu memang minim.
Baca Juga: Red Sparks vs GS Caltex Hari Ini (22/2/2025) Menang Dengan Skor Set Penuh 3-0
Selain angkat besi, cabor lain seperti senam juga demikian. Matras yang digunakan latihan sudah banyak yang sobek.
Kemudian, papan kayu sudah rapuh. Ada pula pegas yang sudah lepas. Nahasnya, tempat latihan juga masih menumpang.
“Senam tempat masih nunut-nunut (menumpang, red). Peralatannya juga sederhana,” tambah Koko.
Selain itu, mantan atlet angkat besi itu juga menyebut kondisi serupa juga dialami oleh cabor drumband.
Dia membeberkan bahwa untuk latihan, peralatan yang digunakan masih menyewa. Alhasil, cabor ini tak siap untuk mengikuti pekan olahraga provinsi (porprov) tahun ini.
“Drumband dengan sekian banyak atlet, alatnya belum punya. Jadi pinjam-pinjam ke sekolah. Jadi untuk porprov nggak siap jadi nggak ikut,” akunya.
Baca Juga: Liga 1 Persik versus PSBS Biak, Gol M. Khanafi Nyaris Menangkan Macan Putih
Setiap cabor bisa mengajukan perbaikan atau penambahan sarpras saat rencana anggaran biaya (RAB).
Namun, mereka akan mendapatkan perlakuan berbeda-beda sesuai dengan prestasinya. Semakin bagus prestasinya, dana cabor yang didapatkan bisa semakin besar.
“Total ada 53 cabor yang ada dinaungan KONI. Semoga dalam pemerintah yang baru ini bisa memberikan perhatian kepada dunia olahraga,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita