JP Radar Kediri - Kursi utama pelatih PSS Sleman terpaksa harus kosong kembali akibat hasil yang tidak memuaskan dari klasemen Bri Liga 1 yang dihasilkan Super Elang Jawa.
Mazola Junior, kepala pelatih PSS Sleman ini harus rela jabatannya diturunkan oleh manajemen PSS Sleman.
Sebelumnya, Mazola Junior telah menetap di kursi kepelatihan sejak Oktober 2024.
Kini, ia harus pamit setelah kurang lebih 2 bulan melatih Tim Super Elang jawa ini.
“Terima kasih Mazola Junior. Segala yang terbaik untuk masa depanmu” tulis tim PSS sleman dalam instragsram resmi @psssleman pada Selasa (18/2/2025).
Postingan ini langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak netizen yang mendukung keputusaan tersebut, namun ada juga yang masih mempertanyakan keputusan tersebut apakah benar atau salah.
Alasan pemecatan Mazola ini tak lain akiat hasil Mazola melatih tim PSS Sleman. Hasil dari pelatihan Mazola mennyebabkan kekalahan 4 kali kekalahan dalam 5 pertandingan terakhir.
Dalam pertandingan terakhir melawan Arema Fc, Super Elang Jawa harus merelakan kemenangannya dikalahkan Singa Edan. Parahnya lagi, Arema Fc mencetak skor 6-2 melawan PSS Sleman. Kekalahan ini adalah kekalahan terbesar dari 13 kdkalahan yang didapat dari 23 laga musim ini.
Hasil minor dari arema Fc membuat tim PSS sleman semakin terpuruk pada kemarin senin (17/2/2025). PSS Sleman hanya mendapatkan 1 poin dari lima pertadingan terakhirnya. Dari 5 petandingan tersebut, PSS Sleman bahkan tidak mendapatkan 1 kemenangan.
Menejer Tim PSS Sleman, Leonard Tupamuhu bahkan tidak banyak berbicara saat mengonfirmasi nasib dari Mazola Junior setelah dipecat dari kursi kepelatohan. Ia mengaku tidak bisa menjawab nasib Mazola Junior kedepannya.
Namun sebenarnya, saat pertama kali diaush oleh Mazola Junior, tiim Super Elang Jawa ini menunjukkan tren positif sejak menggantikan Wafner Lopez sebagai pelatih.
PSS Sleman berhasil mendapatkan 4 kemenangan di awal-awal kedatangan Mazola Junior. PSS Sleman berhasil mengalahkan Persis Solo, PSIS Semarang, Madura United dan Persebaya Surabaya.
Mazola yang saat itu bersama dengan PSS Sleman berhasil membawa timnya ke peringkat ke 13 menjelang akhir putaran pertama.
Syaangnya di putaran kedua kondisi PSS Sleman menjadi terpuruk. Merekas terus menerus mengalami rentetan kekalahan yang menyebabkan mental para pemain menjadi turun.
Dilihat dari data mereka kalah 2-4 dari Semen Padang, 1-0 dari Borneo FC, 1-2 dari Bali Inited dan 6-2 dari Arema Fc.
Setelah pemecetan Mazoloa Junior, banyak para netizen mulai menebak siapa pelatih yang menggantikan kursi pelatih PSS Sleman.
Salah satu nama pelatih yang diharapkan bermain bersama Super Elang Jawa adalahh Pieter Huistra. Pieter dikenal sebagai mantan pelatih Timnas Indonesia dan Borneo Fc.
Pelatih asal Belanda tersebut juga baru saja terdepat dari kursi juru taktik Borneo Fc pada awal tahun 2025.
Namun, siapapun pelatih yang akan menggantikan Mazola Junior, pelatih baru ini diharapkan bisa menyelamatkan PSS Sleman dari zona degradari dalam 11 liga tersisa Liga 1 2024/2025.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Piliteknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira