Menurunkan pemain lapis dua, Liverpool terpaksa harus angkat koper lebih awal usai kandas dengan skor akhir 1-0.
Satu-satunya gol disarangkan oleh striker Plymouth Argyle, Ryan Hardie dari titik putih. Usai gelandangan muda The Reds Harvey Elliott melanggar pemain Plymouth Argyle di kotak penalti pada menit 53. Hasil ini memaksa The Reds tersingkir di ajang FA Cup.
Dan memupuskan harapannya untuk meraih Treble Winner Piala Inggris.
Hasil ini menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menyimpan cerita tak terduga. Siapa sebenarnya Plymouth Argyle, klub yang berhasil mencuri perhatian dunia usai mempecundangi Liverpool?
Sejarah Singkat Plymouth Argyle
Plymouth Argyle didirikan pada tahun 1886 dan berbasis di Kota Plymouth, Devon, Inggris. Klub ini punya julukan The Pilgrims.
Merujuk pada sejarah Kota Plymouth yang dikenal sebagai titik keberangkatan para peziarah (pilgrims) pada abad ke-17.
Meskipun belum pernah bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris atau Premier League, klub ini memiliki basis suporter yang sangat loyal dan dikenal karena semangat juangnya.
Sepanjang sejarah, Plymouth Argyle lebih sering berlaga di divisi bawah. Prestasi terbaik mereka adalah finis di posisi ke-4 Divisi Kedua (sekarang Championship) pada musim 1952-1953.
Meski jarang bersinar, klub ini kerap menciptakan kejutan, termasuk kemenangan bersejarah melawan Liverpool di Piala FA tadi malam.
Home Park, Kebanggaan The Pilgrims
Stadion Home Park, dengan kapasitas sekitar 18.000 penonton, menjadi saksi bisu kemenangan spektakuler mereka melawan Liverpool. Terletak di tengah Taman Central Park Plymouth, stadion ini telah menjadi markas The Pilgrims sejak tahun 1901.
Atmosfer yang diciptakan oleh suporter setia mereka sering kali menjadi faktor pendukung tambahan bagi tim. Terutama dalam pertandingan-pertandingan besar.
Musim ini, Plymouth Argyle sedang menghadapi tantangan berat di Liga Satu Inggris atau Championship. Mereka saat ini berada di posisi juru kunci klasemen.
Tetapi kemenangan dramatis melawan Liverpool di Piala FA bisa menjadi momentum untuk bangkit. Steven Schumacher, sang manajer, berharap hasil ini dapat memicu semangat baru bagi para pemain dan suporter.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah