Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Baru 16 Tahun, Atlet Sepatu Roda Asal Kediri Ini Bawa Dua Medali di PON Aceh-Sumut 2024

Emilia Susanti • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 17:00 WIB

 

Usianya baru 16 tahun. Tapi, prestasinya tak boleh dipandang enteng. Dua medali dia bawa pulang dari ajang PON 2024 di Aceh dan Sumut beberapa waktu lalu.
Usianya baru 16 tahun. Tapi, prestasinya tak boleh dipandang enteng. Dua medali dia bawa pulang dari ajang PON 2024 di Aceh dan Sumut beberapa waktu lalu.

JP Radar Kediri- Tak ada sesuatu yang mudah. Itu yang dirasakan gadis yang karib disapa Nadin ini. Keberhasilannya meraih medali dari cabang olahraga sepatu roda harus dilalui dengan susah payah. Melewati proses panjang yang juga diwarnai beberapa kali cedera.

“Dulu sempat jatuh terus retak (di bagian tangan) waktu latihan di Solo,” ingat gadis yang tinggal bersama orang tuanya di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto ini.

Semua itu tak membuatnya putus asa. Dia masih cinta dengan olahraga yang dianggapnya asyik dan seru ini.

“Waktu cedera, semingguan itu, masih latihan. Walaupun tangan digendong,” sambungnya.

Uniknya, perkenalannya dengan sepatu roda terjadi karena kebetulan. Ketika itu, pada 2016, adik Nadin merengek minta dibelikan sepatu roda di arena car free day (CFD). Kebetulan, saat itu olahraga ini tengah ngetren. Terutama di kalangan bocah.

Permintaan sang adik memang dituruti oleh ayahnya. Tapi, sayangnya, tidak ada ukuran yang kecil. Meskipun saat di CFD dipakai, ketika sampai rumah sudah tidak lagi.

Nadin, yang kala itu masih duduk di kelas 3 sekolah dasar, iseng-iseng menggunakan. Ternyata, pas di kaki. Dia pun menjajal di rumah.

Melihat itu, sang ayah langsung menawarinya berlatih di klub. Kebetulan, rumahnya dekat dengan GOR Jayabaya, yang menjadi tempat latihan klub sepatu roda.

Meskipun ikut klub, belum tebersit menjadi atlet profesional kala itu. Yang dia pikir hanya senang karena mendapat teman baru. Selain bermain sepatu roda baginya sangat mengasyikkan.

“Latihannya Sabtu Minggu aja. Jadi Minggu pagi diajak car free day bareng-bareng. Belum kebebanan latihan (serius). Dibawa fun, muter-muter bareng,” ujarnya.

Lama-lama, Nadin kian mahir. Mulai mengikuti beberapa kejuaraan. Bahkan, ketika SMP, dia sudah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Mulai menekuni secara serius, gadis ini harus berkorban waktu. Kegiatan sekolah banyak yang ditinggal karena harus mengikuti training center.

“Waktu SMA saya juga nggak ikut MPLS,” aku pelajar SMA Negeri 1 Kota Kediri ini.

Konsekuensinya, Nadin harus berjuang ekstra. Belajar sendiri untuk mengurangi dan menutup ketertinggalannya dari teman-temannya. Kadang, dia ikut ujian jarak jauh.

Lelah? Sudah pasti. Namun, pengorbanan itu sepadan dengan prestasi yang dia ukir.

“Sebenarnya lelahnya gara-gara anak ceweknya saya sendiri. Teman cewek saya sebelumnya pada keluar. Jadi temannya banyak cowok,” keluhnya.

Sisi baiknya, kemampuan Nadin meningkat pesat. Pasalnya, latih tandingnya bersama laki-laki. Sehingg, seiring berjalannya waktu, berbagai medali berhasil dikoleksi.

Terbaru adalah dua medali dari PON XXI Aceh-Sumut 2024. Medali perak nomor Putri Dual 200 Meter dan medali perunggu pada Putri Relay 3.000 Meter.

“Sebenarnya nggak nyangka, musuhnya juga berat-berat. Bangga dapat perak karena yang juara pertama dari Jakarta, yang pasti fasilitas dan lainnya lebih lengkap.

Terus selisih waktunya juga sedikit. Jadi saya juga bangga dengan diri saya sendiri. Targetnya nanti bisa dapat emas di PON (selanjutnya),” tegasnya. 

 

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #dua mendali #kediri #PON Aceh - Sumut 2024 #jawapos #atlet sepatu roda