Sosok Pesepak Bola Wanita Serli Anggraini, Hamil pun Masih Main Bola

Emilia Susanti • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB
Serli Anggraini, pesepak bola wanita asal Kota Kediri. (FOTO: Dok. Pribadi)
Serli Anggraini, pesepak bola wanita asal Kota Kediri. (FOTO: Dok. Pribadi)

Jarang perempuan yang hobi bermain sepak bola. Dan, perempuan ini salah satunya. Saking gemarnya hamil pun bukan alasan untuk berhenti menggocek si kulit bulat. 

Serli kecil memang menyukai olahraga. Meskipun cewek, dia sering bermain sepak bola. Bersama teman laki-laki tentu saja. Wajar bila dia kemudian mendapat cap sebagai tomboi.

“Tahu sepak bola karena sering ikut main. Dulu mainnya masih di belakang SMAN 8, yang sekarang jadi Tirtayasa,” kenang pemilik nama lengkap Serli Anggraini ini.

Meskipun suka, Serli tak langsung serius dengan sepak bola. Dia mencicipi olahraga yang realistis digeluti perempuan. Bola voli, bulutangkis, basket adalah di antaranya.

Ternyata Serli tak cocok dengan olahraga-olahraga itu. Hingga ketika SMP dia bergabung dengan tim futsal wanita sekolahnya, SMP Pawyatan Daha 1 Kediri.

“Eh, rasanya kok kayak nyaman gitu,” aku wanita 28 tahun ini.

Baca Juga: Afkab Kediri Bersiap Sambut Porprov, Ini Target untuk Tim Futsal Putri dan Putra!

Akhirnya wanita asal Kelurahan Banjaran, Kota Kediri ini mulai bergelut dengan si kulit bulat. Sampai suatu saat mendapat undangan seleksi bergabung dengan Candra Kirana, klub sepak bola wanita Kediri.

“Saya sebenarnya insecure karena saya kan dari futsal, dan belum pernah ikut klub,” akunya.

Toh, Serli tetap ikut seleksi. Dan membela klub itu. Mulai terjun kompetisi sepak bola.

“Awal mula ikut itu Piala Budhe Karwo, alhamdulillah juara empat. Setelah itu masih ikut turnamen tersebut di tahun depannya, alhamdulillah juara tiga,” bebernya.

Tak berhenti di situ, Serli pernah mewakili Jawa Timur di turnamen nasional. Meski hasilnya kurang memuaskan namun namanya mulai diperhitungkan. Mendapat panggilan training center (TC) tim nasional (timnas) Indonesia.

“Tetapi karena sebelum ada panggilan TC itu saya kena cedera di lutut, jadi saya nggak lolos,” kenangnya.

Baca Juga: Pelatih Persik Butuh Suporter, Kehadiran Pendukung Tim Tamu Bagus untuk Iklim Sepak Bola

Momen itu membuatnya down. Ingin berhenti dari lapangan hijau. Namun, lingkungan sekitarnya masih memberi dukungan. Mulai orang tua, pelatih, juga teman-temannya. Serli pun memilih bertahan.

“Saya kemudian dapat tawaran dari Arema. Main di Liga 1 Putri 2019. Menjadi kapten kesebelasan,” ujar pemain bertahan ini.

Perjalanannya tak selalu mulus. Kompetisi terhenti karena pandemi covid-19. Untungnya, dia sudah mendapat tawaran dari tim Bhayangkara. Hanya, cuma  berlatih karena tak ada kompetisi.

Serli akhirnya kembali ke Kediri pada 2022. Tapi terpaksa menepi karena mengandung anak pertama.

“Tapi waktu saya hamil tiga bulan, itu saya masih main sepak bola. Ya alhamdulillah-nya aman. Cuman ya intensitasnya dikurangi,” akunya sembari menyebut bahwa sang suami juga tak menghalanginya untuk menjadi pemain sepak bola.

Bisa dibilang, Serli memang sudah jatuh cinta dengan sepak bola. Ada sebuah kenyamanan yang sulit dia tinggalkan. Meski telah berkeluarga dan menjadi seorang Ibu. Yaitu suasana kekeluargaan di dalam tim dan dinamika di dalamnya.

Baca Juga: Mengenal Presiden Triple’s FC Ansen Niekhalies S: Antara Passion, Keluarga dan Sepak Bola

“Sepak bola adalah rumah. Membuat saya merasa nyaman,” akunya.

Serli  pun ingin terus bermain. Ingin membawa sepak bola putri setara dengan putra. Berharap di Kediri memberi wadah kompetisi.

“Sekecil apapun (turnamen, Red), empat tim atau enam tim, itu sangat penting bagi kami,” tandasnya.(emilia susanti/fud)

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
Serli Anggraini sepak bola wanita kediri pemain sepak bola wanita kediri pesepak bola wanita serli anggraini atlet sepak bola wanita