Mengenal Atasya Ramadhani, Atlet Jujitsu yang Bermimpi Tembus Porprov

Emilia Susanti • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 22:35 WIB
Atasya, atlet jujitsu Kabupaten Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)
Atasya, atlet jujitsu Kabupaten Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)

Atasya Ramadhani memang belum pernah turun dalam ajang pekan olahraga provinsi (porprov).

Namun, dalam beberapa kejuaraan di tingkat provinsi, dia mulai menunjukkan tajinya. 

Prestasinya itu pun menjadi peluang baginya untuk ikut berkontestasi di porprov tahun depan.

Baru-baru ini, gadis berusia 15 tahun ini berhasil membawa medali perak dalam ajang Kejuaraan Jujitsu Piala Gubernur Jawa Timur.

Prestasi yang diraihnya inipun menjadi bekal berharga baginya. Utamanya untuk mendapatkan tiket menuju porprov di Surabaya tahun depan.

Baca Juga: Skuad Persik Kediri Harus Banyak Berbenah, Sederet PR Menanti

“Semoga bisa ikut porprov,” ingin gadis yang akrab disapa Tasya itu. Sejak awal, bungsu dari dua bersaudara itu memang tak ingin menjadikan olahraga jujitsu sebagai hobi.

Saat pertama bergabung, dia telah menargetkan diri untuk menjadi atlet. Karenanya, dia terus bekerja keras untuk mencatatkan prestasi. Mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Saya mulai belajar saat kelas delapan SMP (sekolah menengah pertama),” ingat gadis yang sudah duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) ini.

Praktis, Tasya baru menggeluti olahraga beladiri ini selama kurang lebih tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut, dia mulai meniti prestasinya dari kejuaraan Piala Bupati Kediri.

Selanjutnya, dia aktif mengikuti berbagai ajang kejuaraan open lainnya. Mulai dari kejuaraan di Mojokerto, Ngawi, hingga Gresik. Hasilnya pun menunjukkan progres yang positif.

Karena itu, gadis asal Desa Gempolan, Kecamatan Gurah ini punya peluang besar untuk mengikuti porprov.

Dia pun akan mengikuti seleksi yang akan diadakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri nanti. Yaitu seleksi yang rencananya akan berlangsung di akhir tahun ini.

Demi masuk dalam program pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) tersebut, Tasya rela menambah latihan di luar jadwal rutinnya. Setia pagi, dia mengaku menambah latihan fisik. Biasanya dengan jogging.

Di sisi lain, dia juga bekerja keras untuk menjaga pola makannya. Sebab, dalam cabor jujitsu, nomor yang dipertandingkan memang diklasifikasikan berdasar berat badan.

Nah, dalam Piala Gubernur beberapa waktu lalu, Tasya turun pada kelas minus 59 kilogram.

Baca Juga: Finishing Touch Persik Kediri Melempem meski Penguasaan Bola Tinggi

“Sepertinya nanti (untuk porprov, Red) kelasnya mau diturunin di minus 54 kilogram,” kata siswi SMAN 8 Kediri tersebut.

Praktis, Tasya masih harus berjuang keras agar harapannya turun di porprov bisa terwujud. Mulai dari menurunkan berat badan, menjaga kondisi fisik agar tak cedera, hingga meningkatkan skill.

“Yang saya lakukan saat ini tetap latihan rutin, jaga kondisi fisik, dan pola makan,” tandas gadis berambut sebahu tersebut. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
atlet jujitsu kediri jujitsu kabupaten kediri atlet jujitsu kabupaten kediri atasya ramadhani atlet kediri