Mengenal Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, Ini Yang Menjadi Sorotan!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 23:46 WIB
Sosok Kasatlantas Polres Kediri Kota yang baru AKP Septia Intan Putri. (Hilda/JPRK)
Sosok Kasatlantas Polres Kediri Kota yang baru AKP Septia Intan Putri. (Hilda/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota kini resmi memiliki pimpinan baru. AKP Septia Intan Putri kini mendapat amanah untuk menakhodai Satlantas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Meniti karier di institusi Kepolisian Republik Indonesia bukanlah hal yang instan. Keputusan Septia untuk mengenakan seragam cokelat kepolisian ternyata merupakan cita-cita sejak kecil.

“Memang cita-cita sejak kecil (menjadi polisi, Red),” ujar AKP Septia ditemui di halaman Mako Polres Kediri Kota kemarin.

Baca Juga: AKP Tutud Yudho Prasetiawan, Kasatlantas Polres Kediri Kota yang Baru: Pagi Sertijab, Sorenya Musnahkan Knalpot Brong

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2015 ini mengawali perjalanan panjang pengabdiannya. Bahkan di berbagai daerah dengan dinamika penugasan yang menantang. Penugasan pertamanya langsung membawanya jauh ke ujung barat Indonesia. Yakni Aceh.

Baginya, Aceh bukan sekadar tempat bertugas. Aceh memberikan kesan mendalam. Biasanya orang menghindari ketika ditugasi di Aceh. Selain karena jauh juga ada ketakutan,” ungkapnya.

Meski pandangan orang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), itu tak menyurutkan keberaniannya. Dia menjalani tugas dengan penuh tanggung jawab. Dia mendapat tugas sebagai KBO Satlantas dan ditempatkan di Pulau Simeulue.

Baca Juga: Mengenal Kasatlantas Polres Kediri I Made Jata Wiranegara, Ingin Jadi Polisi karena Tinggal di Dekat Tangsi TNI

Tantangan geografis cukup berat.  Harus ditempuh melalui perjalanan darat selama 8 jam dilanjut perjalanan kapal laut sekitar 14 jam,” kenangnya.

Sejumlah posisi strategis juga dipercayakan kepadanya. Seperti Kanit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada tahun 2018. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut dengan penugasan di wilayah Jambi.

Yaitu menjadi Panit 1 Unit 1 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jambi, serta Kapolsek Kawasan Pelabuhan Talang Duku Polresta Jambi. Kariernya juga berlanjut sebagai Kasat Narkoba dan Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Barat, Polda Jambi.

Baca Juga: AKP Afandy Dwi Takdir Jadi Kasatlantas Polres Kediri Kota yang Baru 

Setelah itu, ia berdinas di Jawa Timur sebagai PAUR SI BPKB Subditregident Polda Jawa Timur. Kini ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kasat Lantas di Polres Kediri Kota. Bisa bertugas dan mengabdi di Kota Kediri mulanya sempat menjadi hal yang tak terbayangkan bagi perwira hobi basket ini.

Itu mengingat Kediri Kota dikenal sebagai salah satu kota besar. Dia merasa bangga sekaligus tertantang untuk memberikan pengabdian terbaiknya. “Saya akan lebih dulu melihat situasi, kondisi, serta mempelajari karakteristik wilayah Kota Kediri,” ucap perempuan asal Padang, Sumatera Barat itu.

Terkait persoalan yang turut menjadi perhatian adalah aktivitas yang dikenal masyarakat dengan istilah Rabu dan Jumat Gaul. Septi menyebut fenomena tersebut akan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang segera dipelajari setelah dirinya mulai menjalankan tugas sebagai Kasat Lantas.

Baca Juga: Usir Penat dengan Berkeliling Motoran, Inilah Sosok Kasatlantas Polres Kediri Kota

“Rabu Gaul dan Jumat Gaul itu akan menjadi PR kami,” tegas perempuan berusia 33 tahun tersebut.

Dia mengimbau para pengguna jalan agar senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas. Septi meminta masyarakat untuk melengkapi kelengkapan berkendara, mengurus SIM bagi yang belum memiliki, serta tertib dalam menggunakan jalur jalan.

Sesuai dengan arahan pimpinan, fokus utamanya adalah meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” tandas Septi.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
jumat gaul AKP Septia Intan Putri cita-cita sejak kecil gam kasatlantas polres kediri kota