Tangisan seorang anak kecil yang kecewa karena pulang tanpa membawa piala justru menjadi awal perjalanan panjang Angelina Vanessya Putri di dunia modeling dan pageant.
Gadis asal Kota Kediri itu kini berhasil membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir. Melainkan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Dara kelahiran 2011 itu pertama kali mengenal dunia fashion show saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Kala itu, ia dipilih oleh kepala TK-nya untuk mewakili sekolah mengikuti lomba tersebut.
Pengalaman tersebut membuatnya jatuh cinta pada dunia catwalk. Dari situ ia pun ikut beberapa perlombaan model cilik.
Namun, hasil yang tidak sesuai harapan membuatnya sangat kecewa. Ia pulang tanpa membawa piala. “Saat itu pas lomba tidak menang,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Nessya terus menangis. Sang ayah bahkan sempat mengajaknya membeli piala mainan agar ia berhenti bersedih.
Namun ajakan itu ditolak. Kekecewaan tersebut membuat keluarganya memutuskan menghentikan sementara aktivitas modeling.
Baca Juga: Kisah Sosok Nur Atikah, Atlet Atletik Disabilitas Nasional dari Kediri: Kalahkan Takut yang Mengurung Hidup
"Sedih sekali waktu itu karena tidak dapat piala. Sampai menangis terus di perjalanan pulang, Akhirnya ayahnya memutuskan untuk tidak lanjut," kenang Cicilia Leony Setiane sang ibunda.
Setelah itu, Nessya sempat mengalihkan aktivitas ke dunia tarik suara dengan bergabung di kelas vokal.
Namun pandemi Covid-19 membuat seluruh kegiatan berhenti total. Saat kelas IV, Nessya kembali menekuni bidang model. “Karena tertarik lagi,” timpal Nessya lagi.
Usaha tersebut mulai membuahkan hasil. Berbeda dengan pengalaman saat TK, kali ini ia mulai membawa pulang piala demi piala.
Prestasinya terus bertambah. Mulai dari Juara 1 Foto Model Transmart 2022, Juara 2 Prince and Princess 2022, Juara 2 Top Model Remaja FKBN 2023, hingga Juara 1 Top Model Ramayana 2023.
“Senang, karena sempat tertahan saat TK, akhirnya setelah beberapa tahun dapat juara lagi,” ujar putri dari Cicilia dan Novan Andrianto itu.
Memasuki kelas VI SD, Nessya kembali memilih berhenti sementara. Bukan karena kehilangan semangat.
Melainkan ingin fokus menghadapi seleksi masuk SMP favorit. Setelah diterima di SMPN 1 Kota Kediri, ia kembali aktif mengikuti berbagai kegiatan modeling.
Tantangan baru datang ketika Nessya memutuskan mengikuti ajang pageant.
Baginya, kompetisi seperti Duta Batik berbeda dengan modeling karena peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan catwalk.
Tetapi juga public speaking, wawasan, serta kepercayaan diri.
Baca Juga: Mengenal Sosok Anjar Puspitasari, Model Muda Kediri dan Winner Duta Batik Kota Kediri 2019: Semua Diawali dari Keberanian Mencoba
"Saya ingin belajar berbicara di depan umum dan lebih percaya diri. Jadi tidak hanya bisa catwalk saja," ujarnya.
Keputusan itu sempat membuatnya minder. Saat melihat peserta lain yang berasal dari SMA hingga perguruan tinggi dengan pengalaman lebih banyak, Nessya mengaku sempat ragu mampu bersaing.
"Aku sempat takut karena pesertanya lebih besar dan sudah banyak pengalaman. Tapi Bunda selalu bilang supaya fokus sama tujuan sendiri," katanya.
Didukung keluarganya, Nessya menjalani persiapan secara serius. Ia meminta tambahan coaching modeling.
Sementara kemampuan public speaking diasah secara mandiri dengan mempelajari video finalis Puteri Indonesia melalui YouTube hampir setiap malam.
Semangat putrinya membuat sang bunda ikut tergerak memberikan dukungan penuh. Kerja keras tersebut berbuah manis.
Pada penampilan pertamanya setelah vakum dari kompetisi, Nessya langsung menyabet gelar Juara 1 Duta Batik Kota Kediri 2025.
Kini, selain aktif bersekolah, Nessya juga menjalankan tugasnya sebagai Duta Batik. Yakni dengan mengenalkan batik kepada generasi muda.
Ia kerap mengenakan busana maupun aksesori batik dalam aktivitas sehari-hari dan media sosial. Itu dilakukan sebagai cara sederhana mengajak anak-anak seusianya mencintai produk budaya lokal.
"Batik itu bisa dipakai dengan gaya yang modern. Lewat media sosial saya ingin menunjukkan kalau batik tetap keren dipakai anak muda," pungkasnya.
Sumber : Radar Kediri