Memulai hal baru memang butuh tekad yang kuat.Bagi Anjar Puspitasari, semua capaian dan prestasinya tidak didapatkan secara instan. Melainkan melalui berbagai proses panjang, serta yang tak kalah penting, keberanian mencoba hal baru.
Rasa penasaran terhadap hal baru menjadi pintu masuk Anjar Puspitasari mengenal dunia modeling. Perempuan kelahiran Kediri, 4 Mei 2000 itu pertama kali tampil di atas panggung saat masih duduk di bangku SMP.
Saat itu, sekolahnya menggelar pertunjukan fashion show kebaya untuk merayakan pelepasan siswa.
Saat itu, Anjar mengaku belum memiliki pengalaman modeling. Lucunya, momen itu juga jadi kali pertama Anjar mengenakan sepatu hak tinggi.
Berbekal rasa ingin mencoba hal baru selain seni dan olahraga yang sudah pernah diikutinya, ia memberanikan diri mendaftar dan mengikuti seleksi.
“Waktu itu saya pikir, fashion show ini hal baru dan kelihatannya seru untuk dicoba.
Saya belum punya basic modeling, bahkan heels pertama saya beli untuk acara itu,” kenang alumnus SMP Negeri 1 Ngasem itu.
Dari pengalaman sederhana tersebut, ia merasa nyaman berada di panggung catwalk dan mulai menikmati dunia modeling.
Ketertarikan tersebut berlanjut hingga bangku SMK. Alumnus SMK Negeri 1 Ngasem itu pun memutuskan mengikuti kelas modeling usai disarankan seorang teman.
Dari situ, dia bisa mulai mengumpulkan bekal untuk mengikuti event profesional lainnya.
Di kelas modeling itu, Anjar mulai belajar dasar-dasar modeling seperti cara berjalan atau catwalk, ekspresi, pose, hingga cara tampil di depan publik.
Ia juga mulai mengikuti berbagai lomba modeling di luar sekolah. Salah satu ajang awal yang diikutinya adalah Top Model Kediri.
Meski telah mengikuti kelas modeling, diakuinya atmosfer tampil di panggung terbuka tetap membuatnya gugup.
Berbeda dengan panggung sekolah yang dipenuhi orang-orang yang dikenalnya, event umum banyak menghadirkan penonton umum dalam jumlah besar.
Baca Juga: Dibalik Sosok Rodri Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Sosok Unik Sarjana Bisnis
“Awalnya grogi sekali karena dilihat banyak orang. Tapi saya mencoba menganggap panggung itu seperti tempat latihan.
Lama-lama jadi lebih percaya diri,” terang gadis asal Desa/Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu.
Berkat kegigihan dan semangat mencoba hal baru, Anjar mulai menorehkan berbagai prestasi.
Di antaranya Juara 2 Top Model Kediri 2016, Juara 2 Fashion Casual Sporty 2018, Winner Pemilihan Model Teen 2018, hingga Runner Up 2 Model Competition SZ 2019.
Berbagai prestasi yang ditorehkannya tak serta merta membuatnya puas.Dia juga mencoba keluar dari zona nyaman dengan mengikuti kompetisi pageant atau duta.
Baginya, pageant menawarkan tantangan yang berbeda dibanding modeling saja. Yaitu tidak hanya mengandalkan kemampuan catwalk dan penampilan fisik saja, tetapi juga public speaking, pengetahuan, serta sikap yang ikut dinilai.
“Saya suka mencoba hal baru. Kalau modeling lebih banyak menekankan catwalk dan ekspresi, sedangkan pageant menuntut kemampuan berbicara, attitude, dan wawasan. Itu yang membuat saya tertarik,” ungkap Anjar.
Namun diakuinya, perjalanannya di dunia pageant tidak selalu mulus. Beberapa kali dia gagal di beberapa ajang, termasuk seleksi Panji Galuh dan Inu Kirana.
Baca Juga: Sosok Rachma Nurpradita, Bhayangkari Kreatif Geluti Face Painting: Bahagia Lihat Customer Senang
Kegagalan itu sempat membuatnya kecewa karena merasa sudah tampil maksimal. Alih-alih terus meratap, Anjar memilih menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Menurutnya, setiap kegagalan adalah pengalaman yang bisa digunakan untuk memperbaiki diri dan mencoba lagi di kesempatan berikutnya.
“Saya introspeksi. Kalau belum berhasil, mungkin memang belum rezekinya. Yang penting sudah berusaha tampil semaksimal mungkin dan dapat pengalaman,” tandasnya.
Berkat pola pikir itu, dia mulai bisa menata diri untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. Termasuk menorehkan prestasi di sejumlah ajang pemilihan pageant.
Beberapa di antaranya seperti gelar Best Catwalk di ajang Putri Ningrat Prasojo 2018. Di tahun yang sama, ia juga menjadi Wakil 2 Ratu Kebaya Nusantara.
Sejauh ini, puncak prestasinya adalah menjadi Winner Duta Batik Kota Kediri 2019.
Kini, di tengah aktivitasnya bekerja di salah satu perusahaan, Anjar masih aktif menerima tawaran sebagai model runway, model busana pengantin, hingga model photoshoot katalog.
Di sela kesibukannya, dunia modeling tetap menyenangkan baginya. Di situ lah dia punya cukup ruang untuk terus belajar dan mencoba pengalaman baru.
“Sekarang lebih sering di show, runway, dan photoshoot. Saya senang karena setiap event selalu memberi pengalaman yang berbeda,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri