Putri Hasibuan Kembali ke Dunia Lama, Disiplin Tinggi demi Lahirkan Atlet Nasional

Emilia Susanti • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:00 WIB
Putri Hasibuan, legenda tenis meja Tanah Air. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
Putri Hasibuan, legenda tenis meja Tanah Air. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)

Putri Hasibuan kembali menggeluti olahraga tenis meja. Tentu saja bukan sebagai atlet. Namun sebagai pelatih sekaligus pemilik klub PTM Bintang Kadiri. Kini, dia tengah berikhtiar untuk melahirkan atlet nasional.

Nama Putri Hasibuan pernah besar di era 1990 hingga 2000-an. Dia dikenal sebagai petenis meja andal dari Indonesia. Peraih medali emas di beberapa edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) serta South East Asia (SEA) Games. Sampai-sampai, dia mendapat julukan Ratu Tenis Meja Indonesia.

Usai pensiun dari atlet, Putri sempat mencicip dunia pelatih. Mulai pelatih di klub, provinsi, hingga pelatih nasional. Namun, perjalanannya di dunia tenis meja akhirnya berhenti juga pada 2008 silam. Kala itu, kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan istri seorang pebisnis menjadi alasan utamanya.

"Dulu, 2008, sejak Sanjaya Gudang Garam bubar saya nggak pegang tenis meja karena bantu suami dan anak masih kecil. Terus belakangan ini anak-anak sudah besar sehingga tinggal berdua sama Pak Rinto (Rinto Harno, suami Putri, Red) di rumah. Terus kata Pak Rinto diminta (buka klub)," cerita Putri sembari menyebut dirinya saat ini juga masih aktif bekerja membantu perusahaan suaminya.

Baca Juga: Kisah Sosok Nur Atikah, Atlet Atletik Disabilitas Nasional dari Kediri: Kalahkan Takut yang Mengurung Hidup  

Dia mengatakan, dorongan suaminya itu sudah beberapa kali disampaikan kepadanya. Namun, Putri masih belum sepenuhnya yakin. Sebab, dia khawatir pekerjaannya akan keteteran.

Selain itu, dia juga tak ingin asal mendirikan klub. Dia menyadari penuh bahwa dibutuhkan keseriusan untuk menerjuni tenis meja lagi.

"Sebagai pelatih itu harus disiplin. Kalau saya datangnya nggak disiplin, atletnya gimana? Kalau saya disiplin, pekerjaan bisa keteteran," bebernya.

Itulah yang membuatnya masih berpikir seribu kali untuk membuka klub. Hingga akhirnya, momen untuk mendirikan klub itu datang juga. Itu berawal dari mantan anak didiknya yang tiba-tiba menghubunginya. Namanya Septiani.

"Dia anak Sanjaya juga. Kebetulan dia pensiun dari pekerjaannya. Terus dia nanya 'ini gimana, kita ini lagi yuk'," ceritanya.

Dari situ, Putri merasa yakin untuk membuka klub. Sebab, dia mengaku telah mengenal baik Septiani. Dia percaya mantan anak didiknya itu mampu menangani atlet-atlet binaannya nanti. Walaupun dalam hal ini, penanggung jawab teknik tetap dipegang oleh Putri.

Juga, ada dua pelatih lain yang juga membantunya membina atlet. Akhirnya, Persatuan Tenis Meja (PTM) Bintang Kadiri pun launching pada 10 Desember 2025.

 

Putri Hasibuan berfoto bersama dengan pelatih dan atlet PTM Bintang Kadiri. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
Putri Hasibuan berfoto bersama dengan pelatih dan atlet PTM Bintang Kadiri. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)

Kini, belasan atlet telah menjalani latihan rutin di klub. Intensitas latihannya terbilang tinggi. Senin hingga Sabtu. Bila libur sekolah, intensitasnya bisa menjadi dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

Putri memang sangat serius membina atlet. Dia punya target jelas. Bertekad mencetak atlet berprestasi. Dia ingin menyumbang atlet nasional. Karena itu dia begitu tegas ke atlet yang ingin bergabung.

"Kalau ada yang ogah-ogahan, saya tanya apakah kamu serius atau enggak? Kalau nggak lebih baik nggak usah ikut latihan dengan saya," tegasnya.

Baca Juga: Bonus Prestasi Sambut Atlet Dunia Putra Tri Ramadani, Wujud Keberhasilan Program Puslatkot KONI Kota Kediri

Menurutnya, disiplin menjadi nomor satu. Ketegasannya terlihat ketika ada atletnya yang datang terlambat, dia langsung bertanya. Bukan dengan nada yang lembut. Melainkan dengan nada tegas. Ekspresinya juga serius.

"Mau generasi apa aja, dulu dan sekarang, disiplin itu yang utama," tegasnya sembari menyebut atlet yang berlatih di tempatnya berada pada rentang kelas 2 SD hingga 3 SMP.

Dia juga meminta atletnya menjaga asupan makan. Sekaligus menjaga jam istirahat. Tak kalah penting, adalah kemauan atlet. Dia terang-terangan tak mau membina atlet yang ingin belajar tenis meja untuk dijadikan hobi.

"Kalau atlet itu serius, ada kemauan, dia senang, dia pasti lapar ilmu," katanya.

Putri menekankan bahwa atlet yang belajar diklubnya tak perlu mengeluarkan biaya. Karenanya, dia sangat selektif dalam mencari atlet. Namun, dia juga menyadari penuh bahwa melahirkan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang.

"Untuk mencetak atlet nggak bisa instan," tekannya.

Terakhir, Putri mengaku dirinya juga masih turun langsung untuk melatih para atlet. Baginya, kemampuan teknik yang dimilikinya harus ditularkan untuk atlet-atlet muda. Sebab, kemampuan teknik merupakan aspek paling penting dalam dunia tenis meja.

"Di pingpong saya udah makan asam garamnya di teknik. Udah nglontoklah. Jadi secara keseluruhan teknik baik footwork ataupun gerakan tangan, pinggang, kaki, atas bimbingan saya," tandasnya. (emilia susanti/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
putri hasibuan tenis meja kota kediri ptm bintang kadiri legenda tenis meja indonesia tenis meja