Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Griselda Tabina Rachelvani Putri, Best Social Project Puteri Remaja Jawa Timur 2026. Manfaatkan Medsos untuk Kegiatan Positif//

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:01 WIB
Sosok Griselda Tabina Rachelvani Putri
Sosok Griselda Tabina Rachelvani Putri

 

Zaman sekarang banyak remaja yang menghabiskan waktu di media sosial (medsos). Namun, Griselda Tabina Rachelvani Putri memilih memanfaatkan platform digital itu untuk hal positif. 

Grisel percaya bahwa kecerdasan akademik dan perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai luhur.

Seperti empati, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Pesan itulah yang mengantarkannya meraih gelar Best Social Project dalam ajang Puteri Remaja Jawa Timur 2026.

Melalui program bertajuk Back to Values, Grisel mengajak generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Terutama di tengah derasnya perkembangan zaman.

“Sekarang banyak remaja yang fokus pada media sosial dan akademik. Tapi kadang lupa dengan empati, sopan santun, tanggung jawab, dan integritas. Padahal itu juga penting,” ujarnya.

Menariknya, perjalanan Grisel di dunia modeling dan pageant tidak dimulai sejak kecil. Berbeda dengan banyak peserta lain yang sudah aktif sejak usia dini.

Alumnus SMP Negeri 4 Kota Kediri itu baru mengenal dunia modeling saat duduk di bangku kelas VII. Awalnya, dia melihat banyak remaja seusianya yang aktif mengikuti kelas modeling dan berbagai kompetisi.

Rasa penasaran membuatnya tertarik mencoba. Di sisi lain, ada sosok yang turut menjadi inspirasinya. Yakni sang ibu, Yuanita Dwi Elvani.

Grisel tumbuh dengan melihat pengalaman ibunya yang pernah aktif sebagai model runway. Dukungan penuh dari keluarga membuatnya semakin yakin untuk mencoba.

“Awalnya pengin punya bakat baru. Terus karena dulu Ami juga model, jadi saya tertarik untuk mencoba,” jelasnya saat ditemui di rumahnya.

Namun, saat pertama kali masuk kelas modeling, Grisel tidak langsung mahir. Ia mengaku mengalami banyak kesulitan.

Mulai belajar berjalan di atas panggung, berpose, hingga menggunakan sepatu hak tinggi.

“Dulu pakai heels saja masih takut dan belum percaya diri. Latihan sampai lecet, jatuh, dan keseleo itu sudah biasa,” kenangnya.

Meski begitu, kesulitan tersebut justru membuatnya semakin tertantang. Ia merasa ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menguasai sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit.

Kurang lebih enam bulan dia menjalani proses latihan intensif hingga akhirnya berani mengikuti kompetisi pertamanya.

Yaitu Tulungagung Fashion Parade (TFP) 2024. Tak disangka, pada ajang itu ia langsung meraih Juara Harapan 2.

Prestasi tersebut menjadi pemicu semangat baru. Setelah itu, Grisel mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi di Kediri, Tulungagung, Malang, hingga Surabaya.

Dari satu panggung ke panggung lainnya, kemampuannya terus berkembang.

Berbagai penghargaan mulai diraih, di antaranya Juara Umum Top Model Pesta Ramayana 2024, Juara Harapan 3 Foto Model Ramayana 2024, Juara Harapan 3 Miss Yamaha 2025, Peragawati Terbaik Jawa Timur 2025, hingga Top Model Remaja Wanita Jawa Timur 2025.

Meski telah mengoleksi banyak prestasi, Grisel tidak pernah berhenti berlatih. Dia tetap rutin mengikuti kelas modeling, les public speaking, hingga kelas pole dance untuk meningkatkan kemampuan diri.

Ketika banyak anak seusianya berhenti berlatih setelah menang, Grisel tetap datang ke kelas dan terus belajar.

Sikap itulah yang kemudian membawanya melangkah lebih jauh ke dunia pageant.

Setelah cukup matang di dunia modeling, Griselda memutuskan mencoba ajang Puteri Remaja Jawa Timur. Keputusan itu bukan semata untuk mengejar gelar.

Dia ingin mengembangkan kemampuan public speaking sekaligus memperluas wawasan.

“Kalau modeling kan fokusnya lebih ke penampilan dan teknik. Saya ingin belajar public speaking dan menyampaikan gagasan juga,” katanya.

Langkah tersebut terbukti tepat. Pada ajang Puteri Remaja Jawa Timur 2026, Grisel berhasil meraih penghargaan Best Social Project.

Melalui media sosial, ia mengajak remaja agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Menurutnya, banyak anak muda yang terlalu cepat bereaksi tanpa memikirkan dampak dari apa yang mereka tulis atau unggah.

Karena itu, ia ingin mengingatkan pentingnya empati dan tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital.

“Kadang orang lebih cepat mengetik daripada berpikir. Padahal setiap kata yang kita tulis bisa berdampak bagi orang lain,” ucap Grisel.

Selain itu, Grisel juga ingin mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya soal nilai akademik. Karakter yang baik juga harus dibangun sejak dini agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Grisel terus aktif mengembangkan program advokasi tersebut melalui media sosial.

Remaja yang bercita-cita menjadi dokter itu berharap semakin banyak anak muda yang berani mengembangkan potensi diri.

Tentunya tanpa melupakan nilai-nilai karakter. Baginya, prestasi memang penting, tetapi karakter adalah fondasi yang akan menentukan seseorang dalam jangka panjang.

“Kalau pintar saja tanpa karakter yang baik, itu belum cukup. Karena karakter yang akan membentuk kita mejadi pribadi yang bermanfaat,” tandasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#generasi muda #platform digital #inspiratif