Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Melsa Difya Ayuningtyas, Peraih Gelar Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2025: Buktikan Kemampuan Diri Meski Sempat Ditentang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:08 WIB

 

Sosok Melsa yang mengispiratif. (dokumen pribadi)
Sosok Melsa yang mengispiratif. (dokumen pribadi)

Prestasi membanggakan belum lama ini diraih oleh Melsa Difya Ayuningtiyas.

Anak muda asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri ini didapuk sebagai Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2025.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa perjalanannya meraih prestasi itu tak semulus kelihatannya. 

Tidak semua perjalanan menuju prestasi selalu berjalan mulus. Melsa Difya Ayuningtiyas bahkan sempat harus berjuang meyakinkan orang tuanya sebelum akhirnya mampu membuktikan kemampuannya di dunia kontes duta atau pageant

Anak muda asal Desa Pule, Kecamatan Kandat itu belum lama ini meraih gelar juara untuk kategori putri dalam kompetisi Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2025.

Namun siapa sangka, capaian itu didapat dari berbagai kegagalan, penolakan, dan keraguan dari orang-orang terdekatnya.

Mahasiswi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya Kediri itu sebenarnya sudah mengenal dunia fashion show sejak usia dini.

Baca Juga: Sosok Sylvia Aprillia, Duta Kampus Universitas Kadiri dan Duta Rupiah BI Kediri: Minder Bukan Alasan Berhenti Berkarya

Dia beberapa kali mengikuti lomba peragaan busana sejak masih di jenjang taman kanak-kanak (TK).

Namun, hobinya itu sempat terhenti dan baru dia lanjutkan lagi saat memasuki jenjang madrasah aliyah.

Sejak saat itu, alumnus MAN 1 Kota Kediri itu mulai tertarik lagi dengan dunia modeling dan pageant.

Pihak sekolah dia akui turut andil memotivasinya, setelah melihat ada potensi itu dalam dirinya.

Saat pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri 2024 dibuka, Melsa ditunjuk langsung oleh wakil kepala kesiswaan untuk menjadi salah satu peserta mewakili sekolah.

Meskipun belum berhasil lolos, pengalaman itu menjadi titik awal yang mengubah cara pandangnya.

“Setiap pulang sekolah kami latihan public speaking dan berbagai persiapan lainnya. Dari situ saya mulai merasa nyaman dengan dunia pageant,” kenangnya.

Baca Juga: Sosok Stevanny Berliana Wijaya, Jebolan Ajang Beauty Pageant di Kediri: Pengalamannya Jadi Bekal Bantu Anak-Anak Lain Capai Mimpi

Alih-alih menyerah, kegagalan itu justru memotivasinya untuk terus mencoba.

Dia mulai mengikuti berbagai lomba modeling dan pengembangan diri. Baginya, setiap kompetisi menjadi caranya untuk menguji keberanian keluar dari zona nyaman.

“Waktu itu saya ingin membuktikan ke diri sendiri seberapa berani saya mencoba hal baru,” kata pemuda kelahiran 2007 itu.

Di waktu yang sama, dia juga mulai menekuni dunia tata rias. Mulai dari menjadi model praktik makeup kakak tingkat di sekolah, hingga model rias atau muse berbagai makeup artist.

Diakuinya, jalan menuju karirnya saat ini tak mudah. Salah satu momen paling berat terjadi saat ia mengikuti seleksi Duta Wisata Panji Galuh Kota Kediri.

Meski sempat lolos hingga semifinal, langkahnya harus terhenti pada seleksi bakat. Kegagalan itu sempat membuatnya terpukul.

“Waktu itu rasanya seperti sudah berusaha keras tapi tetap gagal. Saya sempat bingung harus berhenti atau lanjut,” akunya.

Baca Juga: Sosok Vinanda, Perempuan Muda Inspiratif yang Berkontribusi di Dunia Sosial

Belum lagi, aktivitasnya itu juga sempat ditentang orang tuanya. Saat pendaftaran Inu Kirana Kabupaten Kediri dibuka, orang tuanya tidak lagi mendukung keinginannya mengikuti kompetisi.

 Alasannya, karena sudah beberapa kali mengikuti ajang serupa namun belum berhasil meraih gelar juara.

Sementara biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit. Mulai dari sewa busana hingga kebutuhan makeup.

Namun kali ini, Melsa memilih memperjuangkan mimpinya.

Dengan tekad kuat, ia tetap mendaftar meski belum mendapat izin. Bahkan ia nekat mengikuti technical meeting dan tahapan seleksi tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Pada akhirnya, dia lolos 10 besar finalis Inu Kirana Kabupaten Kediri 2024, dan berhasil membawa pulang selempang finalis.

 Selempang itu jadi bukti kegigihannya melawan keraguan dari orang tuanya.

“Waktu itu orang tua langsung kaget. Mereka akhirnya tahu kalau saya lolos dan mulai percaya kalau saya memang serius,” tandas sulung dari tiga bersaudara itu.

Sejak itulah dukungan keluarga mulai mengalir. Melsa semakin bersemangat menjalani karantina dan berbagai tahapan kompetisi.

Hasilnya, ia berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Duta Lingkungan Hidup Inu Kirana Kabupaten Kediri 2024 dan Kirana Berbusana Terbaik.

Baca Juga: Sosok Verlita Indarta Hermanto, Juara Putri Remaja Jatim 2026, Pantang Pesimistis meski Sering Menelan Kegagalan

Prestasi tersebut menjadi titik balik yang mengubah pandangan banyak orang terhadap dirinya, termasuk keluarga.

Prestasinya itu juga jadi bekal mengikuti kompetisi Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2025.

 Dengan pengalaman, mental, dan kemampuan public speaking yang semakin matang, Melsa akhirnya berhasil meraih gelar juara.

Baginya, pencapaian itu bukan sekadar soal gelar. Melainkan pembuktian bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba.

“Kalau dulu saya berhenti setelah gagal di beberapa lomba, mungkin saya tidak akan sampai di titik ini. Jadi jangan takut mencoba, karena kita tidak pernah tahu hasilnya kalau belum berani melangkah,” pungkasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#sosok inspiratif #universitas brawijaya #duta lalu lintas