JP Radar Kediri – Vinanda Prameswati, perempuan kelahiran 1998, kini telah menginjak usia 28 tahun. Di usianya yang masih muda, ia telah dikenal luas, khususnya di Kota Kediri, sebagai sosok yang aktif dan berpengaruh dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Keaktifannya di berbagai bidang membuatnya menjadi salah satu figur muda yang menginspirasi banyak orang. Ia memegang teguh prinsip hidup sederhana namun bermakna, yaitu bahwa hidup harus memberi manfaat bagi orang lain.
“Prinsip saya, hidup itu harus bermanfaat,” ungkap Vinanda dengan penuh keyakinan.
Prinsip inilah yang kemudian menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas yang ia jalani, terutama dalam dunia kerelawanan dan kegiatan sosial.
Sebagai lulusan Universitas Brawijaya, Vinanda tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif terjun langsung ke masyarakat. Ia lebih dulu dikenal sebagai Ketua Harian Suket Teki Nusantara, sebuah organisasi relawan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.
Organisasi ini banyak terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan, termasuk membantu korban bencana alam dan kegiatan sosial lainnya yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Menurutnya, keterlibatan dalam dunia relawan telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupannya. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat bertemu dan berinteraksi dengan berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda, baik dari segi usia, pengalaman, maupun kondisi sosial.
“Bagi saya itu seperti pendewasaan diri dengan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai usia,” jelasnya.
Kegiatan sosial yang padat tidak membuatnya merasa terbebani. Sebaliknya, Vinanda justru merasakan kebahagiaan tersendiri ketika dapat membantu orang lain. Rasa lelah yang muncul dari aktivitas yang padat sering kali terbayar dengan kebahagiaan orang-orang yang terbantu.
“Ikut senang kalau melihat orang lain senang,” tambahnya dengan tulus.
Ungkapan tersebut menggambarkan kepuasan batin yang ia peroleh dari setiap kegiatan sosial yang dijalankannya.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Dipimpin Dr Jesicha, Voica Management Berdayakan Individu Lewat Seni Bicara
Di luar aktivitas sosial, Vinanda juga memiliki hobi traveling. Baginya, bepergian ke berbagai daerah bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi juga sarana untuk belajar dan memahami keragaman Indonesia.
Dari setiap perjalanan, ia mendapatkan wawasan baru tentang kondisi sosial, budaya, hingga tingkat pembangunan di berbagai daerah.
Ia pernah mengunjungi Gorontalo dan merasakan perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan daerah di Pulau Jawa. Menurutnya, di beberapa wilayah masih terdapat rumah adat yang terjaga, lahan kosong yang luas, serta kondisi lingkungan yang berbeda dari kota-kota besar.
“Pernah saya ke Gorontalo, ternyata kondisinya berbeda ya dengan di Jawa. Istilahnya rumah adat masih ada. Dan belum banyak rumah di sana. Kalau malam juga gelap karena masih banyak lahan kosong,” kenangnya.
Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang ketimpangan pembangunan di Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan dan infrastruktur. Ia menyadari bahwa setiap daerah memiliki tantangan dan keunikan masing-masing yang perlu diperhatikan secara serius.
“Lewat traveling, saya jadi tahu bahwa pembangunan belum merata di Indonesia. Dari situ jadi banyak belajar,” ujarnya.
Baca Juga: Maika Nurhayati: Wajah Baru Kartini Asal Kediri yang Berjuang dari Gang Kecil ke Panggung Global
Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Vinanda juga menilai bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Ia kerap mengunjungi daerah-daerah di luar Pulau Jawa untuk melihat langsung adat istiadat yang masih terjaga serta potensi wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan.
Ia juga menyoroti potensi daerah asalnya, seperti Gunung Klotok di Kota Kediri, yang menurutnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh sebagai destinasi wisata alam.
“Ternyata Indonesia itu sangat beragam. Dan tetap ada sisi positif dan negatifnya yang bisa diambil. Misal di sana pendidikannya belum merata, tapi adat istiadatnya ternyata masih kental,” tuturnya.
Pengalaman tersebut turut membentuk cara pandangnya dalam melihat pembangunan daerah. Ia menilai bahwa setiap wilayah memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk Kota Kediri yang memiliki kekayaan alam seperti Gunung Klotok yang berpotensi menjadi destinasi wisata.
Kini, sebagai Wali Kota Kediri, Vinanda membawa semangat muda dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menekankan pentingnya inovasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kota Kediri.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Meyrinda Tobing Belajar, Berkarya, dan Berdampak bagi Sesama
Dalam berbagai agenda resmi pemerintah, ia kerap menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan kota yang lebih maju, bersih, dan inklusif.
Vinanda Prameswati merupakan Wali Kota Kediri termuda yang membawa semangat baru dalam kepemimpinan daerah.
Dengan latar belakang sosial yang kuat, pengalaman organisasi, serta kepedulian terhadap masyarakat, ia menjadi representasi generasi muda yang aktif dan progresif.
Pengalaman hidupnya dalam dunia sosial dan perjalanan ke berbagai daerah turut membentuk cara pandangnya terhadap pembangunan. Sebagai kepala daerah, Vinanda berkomitmen untuk mendorong pembangunan Kota Kediri yang lebih merata, inovatif, dan berpihak pada masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita