Kecintaan Verlita Indarta Hermanto terhadap dunia seni sudah tumbuh sejak kecil.
Berawal dari hobi dan kegiatan ekstrakurikuler, kini dia semakin serius menekuni dunia modeling hingga berhasil menembus ajang pageant tingkat Jawa Timur.
Siswi SMP Kristen Petra Kediri ini mengenal modeling sejak di bangku taman kanak-kanak (TK).
Semua bermula saat dia mengikuti ekstrakurikuler modeling dan tari tradisional. Dari sana bakatnya semakin terasah.
Para guru menilai Verlita memiliki potensi untuk berkembang lebih besar di dunia seni pertunjukan.
“Awalnya memang cuma ikut ekstrakurikuler saja. Tapi karena guru bilang saya punya potensi dan saya juga suka, akhirnya mama mulai menyuruh ikut les,” kenangnya.
Di bangku sekolah dasar (SD) hingga awal SMP, dia fokus mendalami seni tari. Verlita pun rutin berlatih dan mengikuti berbagai perlombaan.
Ketekunannya berbuah banyak prestasi. Di antaranya juara dancing ajang School Contest LiterAction Jawa Pos Radar Kediri. Serta menjuarai lomba fashion show dan ajang pageant lainnya.
Selain menyelami dunia tari, Verlita yang juga menyukai modeling semakin menyeriusi bidang peragaan busana itu. Dorongan dari orang-orang terdekat membuat dia penasaran dan ingin berkiprah di sana.
Apalagi, ada salah satu adik kelasnya yang juga mengikuti ajang pageant remaja.
“Banyak yang menyuruh saya mencoba masuk dunia modeling lagi. Kebetulan ada adik kelas yang ikut ajang itu juga, jadi saya percaya kalau ajangnya bagus dan akhirnya mencoba daftar,” lanjut bungsu dari tiga bersaudara itu.
Kerja keras dan semangatnya berlatih pun membuahkan hasil. Dia dinobatkan sebagai Putri Remaja Pendidikan Jawa Timur 2026 di ajang regional tersebut.
Kesuksesannya di ajang besar ini jadi modal untuk langkah besar selanjutnya.
“Puji Tuhan saya bisa sampai berdiri di sini mendapatkan juara,” ungkapnya bersyukur.
Bagi Verlita, seni bukan sekadar tampil di panggung saja. Melainkan, dunia tari dan modeling sekaligus jadi ruang untuk mengekspresikan diri dan melampiaskan emosinya.
Karena itu, dia merasa enjoy menekuni keduanya.
“Menurut saya seni itu bisa menggambarkan ekspresi kita. Bisa meluapkan apa yang kita rasakan juga,” ungkapnya.
Diakui Verlita, untuk sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Dia juga harus sering menghadapi kegagalan.
Namun, ketidakberuntungannya itu justru jadi bahan evaluasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri.
“Setiap orang pasti pernah gagal atau mengalami hal yang tidak diinginkan. Tapi kita harus terus evaluasi dan upgrade diri,” tuturnya.
Dengan semangat itu pula, selain fokus sekolah Verlita juga terus mengasah kemampuannya di dunia modeling dan seni.
Dia berharap bisa menjalankan perannya dengan baik serta menginspirasi banyak orang lewat prestasi yang diraih.
Termasuk membawa nama baik Kediri dan Jawa Timur melalui dunia seni dan pageant yang ditekuninya.
Editor : Andhika Attar Anindita