Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Kanaya Oktaviancha, Juara 1 Putri Ningrat Prasojo 2026: Agar Tidak Demam Panggung, Latih Public Speaking di Depan Boneka

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 26 April 2026 | 07:53 WIB
Sosok Kanaya yang dulu sering minder namun sekarang berprestasi.
Sosok Kanaya yang dulu sering minder namun sekarang berprestasi.

 

Rasa takut berbicara, minder saat bertemu orang baru, hingga bergantung penuh pada orang tua pernah menjadi bagian dari keseharian Kanaya Oktaviancha.

Namun, siapa sangka, gadis 16 tahun asal Kota Kediri itu kini justru tampil percaya diri di panggung pageant. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman bisa mengubah segalanya.

Sejak kecil, gadis yang akrab disapa Kanaya itu sebenarnya sudah tertarik dengan dunia fashion dan pageant.

Ketertarikan itu muncul saat ia sering melihat tayangan di televisi yang menampilkan perempuan-perempuan anggun dengan busana indah.

Baca Juga: Sosok Kembar Salma–Salwa yang Tebar Manfaat dengan Banyak Talenta: Pesan sang Kakek, Bermanfaatlah bagi Orang Lain

"Lihat itu cantik-cantik. Gak hanya fashion dan parasnya, tapi juga pemikirannnya," jelas dara kelahiran 2009 itu.

Meski tertarik, rasa percaya dirinya belum tumbuh. Ia mengaku menjadi pribadi yang introvert sejak kecil.

Berinteraksi dengan orang lain membuatnya canggung. Bahkan takut salah berbicara. “Dulu aku takut banget kalau harus ngobrol sama orang. Takut salah, takut belibet,” ujarnya.

Kondisi itu juga membuat sang ibu sempat ragu untuk mengizinkannya terjun ke dunia pageant.

Kekhawatiran soal mental menjadi pertimbangan utama. Namun, keinginan untuk berubah justru semakin kuat saat ia melihat sepupunya juga ingin mencoba hal serupa.

Dari situ, Kanaya mulai memberanikan diri melangkah.

Memasuki kelas IX di SMPN 3 Kediri, ia mulai serius menekuni dunia modeling dengan mengikuti pelatihan bersama sang sepupu.

"Kebetulan saya juga dekat sama sepupu, jadi kami daftar bareng," jelas anak pertama dari dua bersaudara pasangan Hendris Yudha dan Dewi Susanti. 

Di awal, tantangan langsung terasa. Terutama saat harus berjalan menggunakan sepatu hak tinggi dan berbicara di depan umum.

Jika gerakan masih bisa ia pelajari dengan cepat, tidak dengan public speaking.

Ia mengaku kesulitan merangkai kata dan menyampaikan pendapat dengan lancar. Namun, alih-alih menyerah, Kanaya justru memilih berlatih lebih keras.

Baca Juga: Mengenal Sosok Agnes Anggi Dwi Mareta, Peraih Gelar Best Motif 2 Putra Putri Batik Kabupaten Kediri 2025

Uniknya, dia mempunyai cara jitu untuk melatih public speaking. Kanaya melatih skillnya secara mandiri di rumah dengan berbicara di depan boneka sambil membayangkan sedang berada di atas panggung.

Cara sederhana itu perlahan membantunya mengatasi rasa takut. “Aku sering latihan sendiri di rumah, pura-pura boneka itu penonton,” tuturnya sembari tertawa.

Perlahan, usaha tersebut mulai membuahkan hasil. Ia memberanikan diri mengikuti lomba fashion show di Tulungagung dan berhasil meraih juara harapan dua serta harapan tiga kategori fotogenik.

Pengalaman itu menjadi titik awal yang meningkatkan rasa percaya dirinya.

 

Langkahnya berlanjut dengan mengikuti ajang Putri Kebaya 2025. Dia pun berhasil menyabet juara 3.

 Dari situ, mentalnya semakin terlatih menghadapi tekanan. Puncaknya, saat mengikuti ajang Puteri Ningrat Prasojo 2026.

Untuk mengejar itu, ia harus membagi waktu antara latihan dan tugas sekolah di SMAN 3 Kediri yang cukup padat.

Namun, ia berusaha mengatur waktu agar keduanya tetap berjalan seimbang.
Dari situ, dia tampil lebih siap. Dengan latihan intens, terutama dalam public speaking, Kanaya berhasil meraih juara pertama.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata perkembangan dirinya dari sosok yang dulu pemalu menjadi lebih percaya diri.

Baca Juga: Sosok Lupita Dewi Efendi, Influencer dan Entrepreneur Muda Asal Kota Kediri

Kini, Kanaya merasa perubahan terbesar bukan hanya pada prestasi. Tetapi pada cara ia bersosialisasi. Ia lebih berani berbicara, lebih terbuka, dan tidak lagi takut mencoba hal baru.

 Ke depan, ia ingin terus berkembang di dunia pageant sekaligus mengejar cita-citanya menjadi dokter.

“Dari sini aku belajar, kalau mau berubah ya harus berani keluar dari zona nyaman,” ungkap Kanaya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#public speaking #sosok inspiratif #demam panggung #pageant #mindful living